Usai Malaysia dan Singapura, Shopee Bidik Pasar Ekspor ke 4 Negara

Perusahaan juga menargetkan bisa mengembangkan pasar ekspor ke beberapa negara lain dimana Shopee beroperasi.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
14 Oktober 2019, 19:28
Kika - Dennis Adishwara, Daniel Minardi (Head of Brands Management Shopee Indonesia), Sissy Prescilla saat mengumumkan Shopee 10.10 Super Brands Day di Jakarta, Selasa (17/0).
Shopee
Kika - Dennis Adishwara, Daniel Minardi (Head of Brands Management Shopee Indonesia), Sissy Prescilla saat mengumumkan Shopee 10.10 Super Brands Day di Jakarta, Selasa (17/0).

Plaftorm e-commerce Shopee resmi meluncurkan program ekspor Kreasi Nusantara untuk produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke Malaysia dan Singapura, Senin (14/10). Perusahaan menargetkan bisa memperluas pasar ekspor ke empat negara lain di Asean seperti Thailand, Vietnam, Taiwan, serta Filipina pada tahun depan.

Head of Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo mengatakan, insiatif program ekspor produk UMKM sudah dilakukan sejak 23 September 2019. Pihaknya berupaya membantu pelaku usaha memperluas pasarnya ke luar negeri melalui proses uji coba sistem dan pengunggahan (uploading) untuk data produk UMKM.

Melalui program 'Kreasi Nusantara: Dari Lokal untuk Global', perusahaan menargetkan mengekspor 5 ribu produk UMKM ke dua negara, yakni Malaysia dan Singapura pada tahap pertama.

(Baca: Shopee Target Ekspor 5 Ribu Produk Lokal ke Malaysia dan Singapura)

Selanjutnya, perusahaan juga menargetkan bisa mengembangkan pasar ekspornya ke beberapa negara lain dimana Shopee beroperasi, seperti Thailand, Vietnam, Taiwan, dan Filipina.

"Harapan kami, di pertengahan tahun depan kami bisa pertimbangkan untuk memperluas pasar ekspor kami di sana," ujar Radityo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/10).

Adapun pada momentum 11.11 tahun ini, pihaknya juga berencana mendorong program ekspor tersebut secara marketing. Hal ini diharapkan efektif menggenjot penjualan produk lantaran bakal disokong oleh berbagai promo di beberapa toko.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan, perusahaan ingin mendorong program ekspor 'Kreasi Nusantara' untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan pasar ekonomi digital di Indonesia.

"Dari segi edukasi, program kami mengajarkan kepada para UMKM produk lokal bagaimana persiapan untuk memasarkan barang sebelum dipasarkan ke luar negeri. Dari segi SLA (Service Level Agreement), logistik, hingga pembayarannya," ujar Handhika. 

Dari proyek percobaan tahap pertama ini, perusahaan bisa mengetahui apa saja kendala  ekspor yang kerap dihadapi UMKM.

(Baca: Ekspor ke Malaysia hingga Hong Kong, Bukalapak Bakal Rilis BukaGlobal)

"Jadi, begitu tahap (pilot project) ini sudah selesai semuanya, sudah lancar dari segi penjual, logistik,  pembayaran, hingga bea masuk, kami bakal kembangkan lagi. Mungkin awal tahun depan," ujarnya.

Adapun Shopee telah memilih 10 mitra penjual untuk menjalankan program ekspor ini. UMKM ini dipilih dari sekitar 50 ribu mitra yang bergabung di program binaan perusahaan, yakni Kampus Shopee.

E-commerce asal Singapura ini bakal menyeleksi mitra untuk mengikuti program tersebut. Kriterianya, mitra tersebut harus  memproduksi barang sendiri atau bukan reseller. Shopee juga akan mengkaji kualitas produk dan kesiapan mitra memproduksi barang. Selain itu, riwayat transaksi mitra penjual harus baik.

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait