Salip Samsung, Huawei Rajai Pasar Ponsel Global April 2020

Huawei berhasil menguasai 21,4% pangsa pasar smartphone global diikuti Samsung yang hanya meraih 19,1% pasar.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
16 Juni 2020, 12:43
Salip Samsung, Huawei Rajai Pasar Ponsel Global April 2020 .
THAM KEE CHUAN|123RF.com
Ilustrasi ponsel Huawei. Produsen teknologi asal Tiongkok ini berhasil menjadi pemimpin pasar ponsel dunia pada April 2020 mengunguli brand Korea Selatan, Samsung.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Raksasa teknologi Tiongok, Huawei berhasil menempati peringkat pertama di pasar ponsel dunia pada April 2020, mengungguli kompetornya yakni Samsung. Riset Counterpoint menyebutkan, Huawei berhasil menguasai 21,4% pangsa pasar smartphone global diikuti Samsung yang hanya meraih 19,1% pasar.

Dikutip dari PhoneArena, Senin (15/6), secara keseluruhan, penjualan smartphone global pada April 2020 hanya mencapai 69,37 juta unit. Angka  ini turun sebesar 41% secara tahunan (year on year/yoy).

Ambisi Huawei merajai pasar ponsel dunia sudah terlihat sejak awal 2016. Perusahaan Tiongkok ini sempat mengumumkan rencananya untuk menjadi produsen smartphone terbesar di dunia, melampaui Samsung dan Apple dalam waktu lima tahun. Perusahaan lantas memperbarui targetnya untuk menyusul Samsung pada tahun ini.

(Baca: Penjualan Smartphone Global di Kuartal I 2020 Anjlok 20% Imbas Corona )

Namun, rencana Huawei sebagai penguasa pasar juga sempat menghadapi rintangan. Tepatnya setahun lalu ketika pemerintah AS mengumumkan larangan perdagangan, secara langsung memengaruhi bisnis perusahaan untuk bekerja dengan Google dan perusahaan teknologi AS lainnya. 

Meskipun penjualan ponselnya di seluruh Eropa menurun dan  diadang pandemi corona, tapi Huawei masih mampu membukukan penjualan bahkan merajai pasar smartphone global April lalu, menurut riset Counterpoint.

Huawei dapat meningkatkan pangsa pasarnya setelah melalui masa pemulihan pada bulan April. Di sisi lain, pandemi corona justru baru saja mempengaruhi bisnis Samsung di banyak negara, seperti di Eropa, Amerika Utara, dan India. Kebijakan karantima wilayah atau lockdown telah membuat permintaan smartphone buatan Korea Selatan itu anjlok hingga 29% dibandingkan Maret lalu.

(Baca: Vivo Berhasil Kuasai Pasar Meski Penjualan Ponsel Anjlok Akibat Corona)

Counterpoint menyebut, penurunan permintaan Samsung pada April 2020 antara lain disumbang oleh seri produk Galaxy S20 5G, dibandingkan dengan jajaran flagship lainnya. Kendati riset ini tak menyebutkan secara rinci volume penjualan ponsel ini, namun laporan sebelumnya mengatakan penjualan Samsung turun lebih dari 30%.

Counterpoint juga mengungkapkan Samsung berpeluang  kembali ke posisi teratas setelah pasar smartphone global kembali normal pada akhir tahun ini. Riset ini pun menyebut, pencapaian Huawei kali ini hanya bersifat sementara, karena penjualan Samsung diprediksi pun bakal kembali membaik usai pandemi mereda.

Adapun sepanjang kuartal I 2020, penjualan ponsel pintar dunia tercatat anjlok 20% secara tahunan, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Permintaan ponsel unia ikut tertekan akibat pandemi corona.

Berdasarkan laporan perusahaan riset teknologi informasi (TI) Gartner, penurunan tersebut terjadi pada empat produsen smartphone terbesar, yakni Samsung, Huawei, Oppo, dan Apple. Hanya Xiaomi berhasil mencatatkan kenaikan penjualan meski hanya sebesar 1,4%.

Sedangkan Samsung mencatat penurunan penjualannya secara global sebesar 22,7%, Huawei 27,3%, Oppo 19,1%, dan Apple 8,2%. Beberapa produsen smartphone lainnya apabila digabungkan penjualannya turun hingga 24,2%.

"Gangguan rantai pasok dan turunnya belanja konsumen menghentikan tren positif penjualan smartphone sejak Februari," ujar Research Vice President Gartner Annette Zimmermann, dikutip TechCrunch, Senin (1/6).

Zimmermann mengatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global akibat pandemi corona menjadi penyebab utama turunnya penjualan smartphone. 

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait