Royal Bank of Canada Tinggalkan Target Keuangan Berkelanjutan
Royal Bank of Canada (RBC) menyatakan mereka akan meninggalkan target keuangan berkelanjutan mereka. Keputusan RBC ini berdasarkan perubahan terbaru pada Undang-Undang Persaingan Usaha Kanada yang mengharuskan perusahaan untuk membuktikan klaim lingkungan mereka.
"Kami telah meninjau metodologi kami dan menyimpulkan metodologi tersebut mungkin belum mengukur secara tepat aktivitas keuangan berkelanjutan tertentu kami seperti yang disajikan secara kumulatif," kata bank terbesar Kanada itu dalam laporan keberlanjutan tahun 2024, yang diterbitkan Selasa (29/4), seperti dikutip Reuters.
RBC telah berkomitmen untuk memfasilitasi C$500 miliar (Rp 6.043,7 triliun) dalam pembiayaan berkelanjutan pada tahun 2025. Strategi iklimnya yang diperbarui adalah rencana yang berorientasi pada tindakan.
Bank tersebut mengatakan perubahan tahun lalu terhadap Undang-Undang Persaingan Kanada yang menargetkan praktik greenwashing dan klaim lingkungan membatasi bank untuk membagikan pengungkapan keberlanjutan tertentu dan kemajuan yang sedang dicapai.
"Amandemen terbaru terhadap Undang-Undang Persaingan Kanada membatasi informasi yang dapat kami bagikan tentang pengungkapan keberlanjutan tertentu dan kemajuan yang kami buat, serta membatasi kemampuan kami untuk melaporkan secara publik beberapa metrik," kata RBC dalam sebuah pernyataan.
RBC menyediakan metodologi untuk menghitung rasio pasokan energinya, yaitu rasio pembiayaan untuk proyek energi rendah karbon dibandingkan dengan pembiayaannya untuk proyek bahan bakar fosil. Namun, bank tersebut tidak dapat mengungkapkan angkanya. RBC menyatakan akan terus memantau dan melaporkan rasio tersebut secara internal.
Perubahan Politik Memengaruhi Target Iklim Perbankan
RBC, mengikuti langkah bank-bank asal Amerika Serikat (AS), seperti Citigroup dan JPMorgan, setuju untuk mengungkapkan metrik tersebut setelah mencapai kesepakatan dengan Pengawas Keuangan Kota New York.
RBC dan bank-bank besar lainnya telah keluar dari Net-Zero Banking Alliance, sebuah inisiatif yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didirikan oleh Mark Carney. Carney memenangkan pemilihan umum pada Senin (28/4) dan akan tetap menjabat sebagai perdana menteri Kanada.
Kelompok advokasi iklim mengatakan kini Carney memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan tujuan pembiayaan berkelanjutan dan iklim di sektor keuangan.
"Bank-bank tidak menunjukkan kepemimpinan ... jadi bola ada di tangan Carney untuk turun tangan dan mengambil tindakan," kata Richard Brooks, direktur keuangan iklim di Stand.earth, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Toronto.
Para aktivis khawatir bank-bank memanfaatkan perubahan iklim politik, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk mengendurkan komitmen mereka dalam dekarbonisasi portofolio mereka.
