Bank DBS Indonesia Gerakkan Urban Farming Bantu Komunitas Rentan

Hari Widowati
15 Agustus 2025, 08:00
Bank DBS Indonesia, urban farming
Dok. DBS Indonesia
Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation melaksanakan program urban farming untuk memperkuat kapasitas petani urban dan pelaku usaha kecil di sektor pangan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation melaksanakan program urban farming untuk memperkuat kapasitas petani urban dan pelaku usaha kecil di sektor pangan. Dengan kombinasi dukungan finansial, pengetahuan teknis, dan akses ke pasar, urban farming dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Isu ketahanan pangan bukan lagi menjadi ancaman masa depan, melainkan krisis yang perlu ditanggulangi sekarang. Data dari World Resources Institute menunjukkan sekitar 800 juta orang di dunia masih menghadapi kelaparan, dan produksi pangan global masih perlu ditingkatkan sebanyak 56% untuk dapat memenuhi kebutuhan populasi dunia yang diperkirakan akan terus bertambah hingga tahun 2050.

Temuan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan 30-50% pangan yang diproduksi secara global justru hilang atau terbuang sebelum sampai ke tangan konsumen.

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi keberlanjutan sebuah bangsa karena memastikan masyarakat memiliki akses pada pangan yang cukup, bergizi, aman dan terjangkau.

"Melalui inisiatif urban farming, kami tidak hanya berupaya menyediakan sumber pangan yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan masyarakat rentan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan peluang ekonomi," kata Lim Chu Chong, dalam siaran pers, Kamis (14/8).

Ia yakin kolaborasi dan inovasi di tingkat komunitas dapat menjadi solusi nyata menghadapi tantangan pangan di masa depan. Bank DBS Indonesia meyakini setiap individu termasuk karyawan memiliki peran penting dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat rentan. Aksi karyawan Bank DBS Indonesia atau yang disebut People of Purpose (PoP) aktif terlibat dalam kegiatan berkebun di FoodCycle Farm yang dikelola oleh FoodCycle Indonesia di Cisauk, Tangerang.

Hal ini merupakan bagian dari pilar keberlanjutan ketiga Bank DBS Indonesia, yakni Impact Beyond Banking, yang menciptakan dampak positif di luar perbankan. Melalui kegiatan urban farming, karyawan aktif terlibat dalam memanen, menanam serta mengolah sampah organik menjadi kompos melalui pendekatan sistem sirkuler pangan atau circular food system untuk mendukung zero food waste.

Founder FoodCycle Indonesia Herman Andryanto mengapresiasi kolaborasi dengan Bank DBS Indonesia, yang tidak hanya mendukung program FoodCycle Farm, tetapi juga melibatkan para karyawannya secara langsung. "Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam mengurangi limbah pangan, menciptakan sumber pangan berkelanjutan, dan memberdayakan komunitas untuk bersama menjaga lingkungan serta ketahanan pangan di Indonesia,” ujar Herman.

Sebanyak 450,7 kg hasil panen cabai rawit dan keriting, selada, kangkung dan labu yang diperoleh dari kegiatan ini kemudian didistribusikan ke Yayasan Panti Asuhan Maktabul Aitam. Yayasan tersebut merupakan lembaga sosial binaan FoodCycle Indonesia yang memberikan pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan bagi anak yatim dan kurang mampu. Proses distribusi ini merupakan bagian dari upaya holistik Bank DBS Indonesia dan FoodCycle Indonesia dalam memastikan hasil pertanian bermanfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi Ciptakan Ekosistem Pangan

Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation terus mendukung upaya ketahanan pangan nasional selama beberapa tahun terakhir. Bersama FoodCycle Indonesia, Bank DBS Indonesia menginisiasi berbagai program yang membantu mengurangi food waste sekaligus meningkatkan akses pangan bernutrisi bagi masyarakat rentan. Program yang berawal dari Food Rescue Warrior sejak tahun 2024, kini telah berkembang menjadi beberapa program berdampak secara nyata bagi masyarakat rentan.

Food Rescue Warrior adalah program di mana pelaku usaha makanan dan minuman (F&B) mengumpulkan makanan surplus dari restoran, hotel, toko roti, retail, dan fast moving consumer goods (FMCG) untuk disortir dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hingga Juli 2025, program ini telah menyalurkan 326.905 kg kepada masyarakat rentan seperti panti asuhan.

Adapun FoodCycle Farm merupakan solusi satu atap untuk memberdayakan masyarakat, antara lain dengan bercocok tanam sayuran, mengelola kompos organik, dan beternak lele. Program ini memanfaatkan pendekatan circular food system. Saat ini terdapat empat lokasi urban farming di Cibubur, Jatiasih, Tanjung Barat, dan Cisauk yang telah menghasilkan panen sebesar 1.364 kg hingga Juli 2025.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...