Brasil Siapkan Investasi Rp16,6 Triliun untuk Program Konservasi Hutan Tropis

Image title
24 September 2025, 16:31
Brasil
ANTARA FOTODiego Vara /aww.
FILE PHOTO: Brazil's former President Luiz Inacio Lula da Silva gestures during an event with members of political parties and social movements in Porto Alegre, Brazil June 1, 2022.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Brasil menganggarkan investasi US$1 miliar atau sekitar Rp16,6 triliun (kurs Rp16.227) untuk mendukung program konservasi hutan tropis yang terancam punah.

Presiden Brasil Lula da Silva mengatakan dana investasi itu akan dibenamkan lewat program Tropical Forests Forever Facility (TFFF), sebuah mekanisme pendanaan multilateral untuk mendukung konservasi hutan. Dikutip dari laporan Reuters Lula da Silva mengumumkan investasi tersebut dalam forum di PBB. Ini menjadikan Brasil sebagai negara pertama yang berkomitmen memberikan kontribusi untuk dana hutan. TFFF diperkirakan akan menjadi capaian utama pemerintah Brasil pada KTT Iklim PBB (COP30) yang akan digelar di Kota Belem pada November mendatang.

“Brasil akan memimpin dengan memberi contoh. Saya mengundang semua mitra yang hadir untuk memberikan kontribusi yang sama ambisiusnya agar TFFF dapat mulai beroperasi pada COP30,” katanya.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa pengumuman ini dirancang untuk mendorong kontribusi lebih lanjut, baik dari negara-negara kaya maupun berkembang, yang selama ini kerap berselisih mengenai pendanaan kebijakan iklim global.

Ambisi tersebut tampaknya mendapat sambutan positif dari sejumlah pejabat yang hadir dalam pertemuan itu. Razan Khalifa Al Mubarak, Utusan Khusus untuk Alam dari Uni Emirat Arab, menyatakan bahwa upaya Brasil menempatkan negara-negara berkembang sebagai pemimpin dalam perdebatan pendanaan iklim.

“Dipimpin oleh Brasil dan diterima di seluruh kawasan tropis, TFFF menandai titik balik. Sebuah inisiatif inovatif yang dipimpin oleh negara-negara selatan global," katanya.

Sejumlah perwakilan negara lain juga mengindikasikan kemungkinan mengikuti langkah Brasil dalam mendukung dana tersebut.

“Saya memuji Anda karena menjadi negara pertama yang memberikan janji hari ini. Kita perlu dengan cepat memperluas jumlah negara sponsor agar TFFF dapat mencapai potensi penuhnya,” kata Andreas Bjelland Eriksen, Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia.

Menurut pihak yang terlibat dalam negosiasi, TFFF juga telah mendapat sinyal dukungan awal dari negara-negara seperti China, Inggris, Prancis, Jerman, Singapura, dan Uni Emirat Arab.

Lula membayangkan TFFF sebagai dana senilai US$125 miliar yang menggabungkan kontribusi dari negara dan sektor swasta, yang akan dikelola seperti dana abadi (endowment). Dana ini akan membayar negara-negara tropis tunjangan tahunan berdasarkan seberapa besar hutan tropis mereka tetap terjaga.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Brasil membutuhkan kontribusi awal sebesar US$25 miliar dari pemerintah dan filantropi besar, yang kemudian diperkirakan dapat menarik tambahan US$100 miliar dari investor swasta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...