Belantara Foundation Singgung Peran Besar Anak Muda Atasi Masalah Iklim

Ajeng Dwita Ayuningtyas
16 Oktober 2025, 08:57
Belantara Foundation berpartisipasi di Youth Summit IUCN World Conservation Congress di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Dok. Belantara Foundation
Belantara Foundation berpartisipasi di Youth Summit IUCN World Conservation Congress di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan dunia tengah menghadapi tiga krisis planet. Ini mencakup perubahan iklim, hilangnya biodiversitas, serta polusi dan limbah. Tak cukup upaya pemerintah, penyelesaian masalah ini butuh peran besar generasi muda. 

“Kami terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus berinovasi mencarikan solusi atas masalah biodiversitas yang sedang dihadapi saat ini,” kata Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna, dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (15/10).

Dolly menambahkan, secara umum di seluruh dunia, hilangnya biodiversitas dipicu oleh alih fungsi lahan, eksploitasi berlebihan, perubahan iklim, polusi, hama dan penyakit, masuknya jenis invasif ke lingkungan, serta konflik manusia-satwa liar. 

Tiga krisis planet termasuk hilangnya biodiversitas ini, dinilai akan berdampak pada target sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Krisis ini mengancam fondasi ekologi dan sosial penopang seluruh SDGs. Tanpa mengatasi tiga krisis tersebut secara terpadu, pencapaian SDGs pada 2030 akan sangat sulit diwujudkan,” tambah Dolly. 

Belantara Foundation menjadi narasumber panel diskusi di IUCN Youth Pavilion bertajuk “How youth tackle the overlooked aspect of biodiversity crisis in Southeast Asia” pada IUCN World Conservation Congress di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Sesi ini bertujuan untuk menjadi wadah saling bertukar pengalaman dan pembelajaran apa yang telah dilakukan oleh pemimpin perempuan muda di Asia Tenggara dalam mengatasi tantangan krisis biodiversitas dengan cara kreatif dan inovatif. Diskusi interaktif ini dapat terlaksana atas kerja sama antara PROGRES (Prakarsa Konservasi Ekologi Regional Sulawesi) dengan Belantara Foundation, Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (KIARA), dan 30x30 Indonesia & Diverseas.

Manager Program and Fundraising Belantara Foundation, Diny Hartiningtias, menyebutkan sejumlah program besutan organisasinya dalam diskusi panel tersebut. 

“Untuk mereka yang tinggal di daerah urban, para siswa sekolah menengah atas, kami ajak mengamati dan mengidentifikasi biodiversitas sekitar mereka melalui Belantara Biodiversity Class,” kata Diny, saat diskusi tersebut berlangsung beberapa waktu lalu.

Selain itu, untuk anak muda yang sedang meniti karier, Belantara Foundation memiliki program pelatihan, magang, serta dukungan penelitian skripsi atau tesis. Peserta juga bisa terlibat dalam kegiatan survei biodiversitas.

Kemampuan Mendengarkan Masalah 

Direktur Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (KIARA), Rahayu Oktaviani, menyebut kemampuan utama yang dibutuhkan generasi muda adalah kemampuan mendengarkan. Sebab, sebagian besar masalah di bidang konservasi biodiversitas hadir dalam bentuk distraksi atau kebingungan. 

“Melalui mendengarkan dengan ketulusan, kita bisa melihat kenyataan yang sebenarnya terjadi,” ujar Rahayu, dalam panel diskusi yang sama.

Generasi muda juga bisa belajar dari generasi sebelumnya, mengenai apa saja pelajaran dari menghadapi tantangan konservasi. 

Selain itu, menurut Co-Executive Director Prakarsa Konservasi Ekologi Regional Sulawesi (PROGRES) Sheherazade, generasi muda perlu keberanian untuk mencoba hal baru. 

“Mengubah cara lama sesuai dengan konteks terkini dan masa depan,” jelasnya.

Oleh karena itu, generasi senior perlu mendukung, membimbing, dan membuka akses generasi muda untuk berkembang serta berjejarang. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...