Kota Belem, dari Koloni Portugis hingga Jadi Tuan Rumah COP30

Hari Widowati
5 November 2025, 07:26
COP30, Brasil, Kota Belem
COP30 Brasil Amazonia/Raffa Neddermeyer
Kota Belem yang terletak di Amazonia, Brasil akan menjadi tuan rumah COP30 pada November 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kota Belém, ibu kota negara bagian Pará di wilayah utara Brasil, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP30 tahun ini. Kota yang terletak di muara Sungai Pará ini memiliki sejarah panjang.

Belém didirikan oleh Portugis pada 12 Januari 1616 sebagai pemukiman benteng bernama Forte do Presepio untuk mengamankan kendali Portugis atas wilayah utara Brasil dan mengusir upaya kolonisasi Prancis. Belém sudah beberapa kali berganti nama, dari Feliz Lusitânia menjadi Santa Maria do Grão Pará dan Santa Maria de Belém do Grão Pará yang kemudian disingkat menjadi Belém.

Kota ini memiliki posisi strategis di delta Amazon sehingga berkembang menjadi pelabuhan penting untuk ekspor hasil alam dari Amazon, termasuk pada masa kejayaan industri karet di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengajukan negaranya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan COP30 ketika dia hadir di COP27 di Mesir.

"Saya telah berpartisipasi di COP Mesir, Paris, Kopenhagen, di mana semua orang berbicara tentang Amazon. Jadi, mengapa tidak mengadakan COP di Amazon sehingga orang-orang bisa mengenal Amazon, melihat sungai-sungainya, hutannya, dan faunanya," ujar Lula dalam video yang diunggah di akun X (Twitter), seperti dikutip CNN.

Kota Belém, adalah pintu gerbang menuju kawasan hutan hujan tropis dan Sungai Amazon. Belém, menjadi titik pertemuan antara dunia urban dan ekosistem Amazon yang khas.

Kota ini memiliki daya tarik dengan arsitektur bangunan bergaya Belle Epoque dan art nouveau yang menggambarkan kejayaan masa kolonial Portugis. Di pusat kota, terdapat pasar tradisional Mercado Ver-o-Peso, salah satu pasar terbuka tertua dan terbesar di Amerika Latin. Pasar yang berada di tepi pelabuhan ini memadukan perdagangan tradisional hasil hutan, ikan sungai, buah-buahan eksotik Amazon seperti acai, dan rempah-rempah.

Para seniman di Kota Belem
Para seniman di Kota Belem (COP30 Brasil Amazonia/Rafael Medelima)

Belem, Kota yang Kental dengan Tradisi dan Budaya

Ibu kota negara bagian Para ini juga kental dengan tradisi dan budaya. Mengutip dari laman COP30 Brasil. ada festival religius tahunan terbesar di Brasil yang diselenggarakan setiap Oktober di Belém yang disebut Cirio de Nazare. Lebih dari dua juta orang berkumpul dalam prosesi yang merayakan Bunda Maria dari Nazaret. Festival ini juga sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Di kota ini para seniman membanggakan tarian dan musik tradisional. Salah satunya Carimbó, yang berasal dari budaya campuran pengaruh penduduk asli, Afrika, dan Eropa. Tarian ini menjadi simbol budaya populer di Pará. Perempuan menggulung rok warna-warni dan berdansa berpasangan dalam irama yang hidup dan menggembirakan.

Pemerintah Brasil telah menghabiskan dana US$ 1 miliar (sekitar Rp 16,7 triliun) untuk menyiapkan Kota Belém sebagai tuan rumah COP30. Sejumlah insfrastruktur dan hotel baru dibangun.

Presidensi COP30 memperkirakan akan ada 50 ribu orang yang menghadiri COP30, termasuk 150 kepala negara. Namun, masalah akomodasi sempat menjadi ganjalan dalam penyelenggaraan COP30. Sejumlah delegasi, terutama dari negara-negara kecil, mengeluhkan biaya akomodasi yang sangat mahal dan minimnya jumlah kamar yang tersedia.

Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Brasil menyediakan sejumlah kapal pesiar untuk menambah sekitar 5.000 kamar bagi delegasi yang akan mengikuti COP30.

Para pekerja bangunan di Parque da Cidade, Kota Belem, Brasil
Para pekerja bangunan di Parque da Cidade, Kota Belem, Brasil (COP30/Rafael Medelima)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...