Sampah Plastik Jadi Bahan Pembakaran Gamping, Celah Impor Sampah Ilegal Disorot

Ajeng Dwita Ayuningtyas
21 November 2025, 17:42
sampah plastik, impor sampah plastik, impor ilegal
ANTARA FOTO/Umarul Faruq/bar
Pekerja menggoreng tahu di salah satu pabrik tahu yang menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar di Tropodo, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (18/5/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sebuah video unggahan akun Instagram @alekrahmatullah menuai ribuan komentar. Video itu menampilkan penggunaan sampah plastik impor untuk bahan pembakaran gamping di Desa Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Dalam videonya, pemilik akun menunjukkan sampah kemasan dari Selandia Baru di antara tumpukan sampah tersebut. 

Saat dihubungi Katadata.co.id, pada Jumat (21/11), pemilik akun sekaligus pendiri Envigreen Society Alaika Rahmatullah, mengatakan penggunaan sampah plastik untuk bahan pembakaran masih banyak ditemukan di Jawa Timur. 

Hasil impor sampah plastik yang dengan mudah didapat masyarakat, membuat aktivitas ini terus berlangsung. Meskipun Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah melarang impor sampah plastik, praktiknya di lapangan masih sering ditemui lewat jalur ilegal.

“Yang membuat aktivitas terus berjalan, sampah impor masuk celahnya dari industri kertas. Ini karena memang izin pengiriman sampah kertas (HS Code 4707) terus berlangsung, namun dalam praktiknya disusupi sampah plastik,” kata Alaika. 

Alaika menambahkan, berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Perdagangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perindustrian, dan Kepala Kepolisian Negara Nomor 482 Tahun 2020, impuritas sampah plastik pada impor limbah non B3 (bahan berbahaya dan beracun) untuk bahan baku industri tidak boleh melebihi 2%.

Akan tetapi, belum ada transparansi berapa banyak impor limbah non B3 yang beredar di lapangan. Temuan pihaknya justru mengungkap tumpukan sampah plastik di antara limbah non B3 untuk industri kertas. 

“Oleh masyarakat, sampah plastik dijadikan bahan bakar pembuatan gamping, bahkan di Sidoarjo malah dijadikan bahan bakar masak tahu,” tuturnya.

Plastik termasuk murah untuk dijadikan bahan bakar. Para industri kertas menggratiskan warga untuk memanfaatkan scrap plastik ini. Warga hanya membayar untuk biaya pengangkutannya.

Timbulkan Risiko Kesehatan

Asap dari pembakaran sampah, terutama sampah plastik, akan melepaskan beragam polutan ke udara. Polutan tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut serta masalah kesehatan kronis jangka panjang.

“Asap yang dihasilkan dari pembakaran mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk partikel PM2,5 dan karbon monoksida,” kata Dosen Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga, Disny Prajnawita, dalam keterangan resmi. 

Sekalipun pembakaran dilakukan di area yang memiliki banyak pepohonan, dampak negatif ini tak terelakkan. 

Katadata.co.id juga telah meminta tanggapan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengenai hal ini. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons yang diterima Katadata.co.id

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...