Kontribusi Sektor Kehutanan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi RI Turun
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memaparkan kinerja sektor kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional berdasarkan data terbaru 2025. Meski tetap memberi sumbangan signifikan, kontribusi sektor kehutanan menunjukkan penurunan dibandingkan tren capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor kehutanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025 tercatat sebesar Rp 97,22 triliun,” kata Raja Juli dalam rapat bersama anggota DPR Komisi IV, Senin (24/12).
Berdasarkan data yang dipaparkan, angka ini lebih rendah dari capaian 2024 yang mencapai Rp 129,57 triliun serta jauh di bawah angka 2023 yang menyentuh Rp 130,12 triliun. Grafik menunjukkan tren kenaikan sejak 2020 hingga puncaknya pada 2023, sebelum mengalami penurunan signifikan pada 2025.
Dari sisi investasi, data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi subsektor kehutanan di tingkat hulu mencapai Rp 13,6 triliun pada 2025. Nilai tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 34,7 triliun.
“Berdasarkan data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, tercatat investasi subsektor kehutanan di tingkat hulu telah mencapai Rp 13,6 triliun,” kata Raja.
Selain itu, kami laporkan juga bahwa dalam hal investasi pada tingkat hilir sebagai upaya pemerintah mempercepat hilirisasi dari kayu log telah menyumbang investasi sebesar Rp 36,6 triliun
Sementara itu pihaknya juga mengungkapkan dalam hal investasi pada tingkat hilir untuk mempercepat hilirisasi pada kayu log, pemerintah mencatat kontribusi sebesar Rp 36,6 triliun.
Kontribusi PNBP Kehutanan juga tercatat turun menjadi Rp 6,53 triliun pada 2025. Pada tahun sebelumnya, capaian PNBP mencapai Rp8,12 triliun, melanjutkan tren peningkatan sejak 2020 yang berkisar di angka Rp 4,63 triliun.
Menteri Raja Juli juga menyoroti geliat ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Nilai transaksi ekonomi kelompok tani hutan (KTH) dan kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) pada triwulan III 2025 mencapai Rp 4,29 triliun. Angka ini meningkat dari capaian 2024 yang sebesar Rp 3,41 triliun, meski sektor-sektor lain menunjukkan tren penurunan.
