Gandeng Pegiat Lingkungan di Daerah, World Cleanup Day Atasi Sampah dari Bawah

Ajeng Dwita Ayuningtyas
13 Juli 2026, 13:17
World Cleanup Day (WCD) Indonesia kembali menyelenggarakan program tahunan Leaders Academy (LA) 2026, yang mempertemukan para leader pegiat lingkungan dari berbagai provinsi di Indonesia.
World Cleanup Day
World Cleanup Day (WCD) Indonesia kembali menyelenggarakan program tahunan Leaders Academy (LA) 2026, yang mempertemukan para leader pegiat lingkungan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

World Cleanup Day (WCD) Indonesia kembali menggelar program tahunan Leaders Academy (LA) 2026, mempertemukan para pemimpin pegiat lingkungan dari berbagai provinsi di Indonesia. 

Forum ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi pentahelix dalam menyelesaikan persoalan sampah, dengan gerakan akar rumput sebagai platform perubahan sistem, bukan sekadar aksi bersih-bersih. 

Leader WCD Indonesia Andy Bahari mengatakan, LA 2026 diharapkan mampu memperkuat kapasitas para pemimpin gerakan lingkungan untuk membangun kolaborasi pentahelix di tingkat daerah menuju Indonesia Bersih. Andy menekankan, World Cleanup Day bukan sebatas aksi seremonial tahunan.

“Bersama para leader di daerah, kami terus memperluas lingkup gerakan dari aksi bersih-bersih menjadi kampanye dan perubahan perilaku yang berkelanjutan, mulai dari sekolah, komunitas, hingga rumah tangga,” kata Andy, dikutip dari keterangan resmi pada Senin (13/7).

Dalam sesi ‘Sharing Session: Learning from Best Practices’, LA 2026 menghadirkan cerita dari Jawa Barat mengenai Kampanye Jabar Berseka, yaitu gerakan bersih-bersih massal dan serentak untuk mendorong pemilahan sampah dari rumah di seluruh provinsi. 

Diskusi itu juga menghadirkan cerita dari Jakarta, mengenai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai pemilahan sampah dan peta jalan menuju keberhasilan 100% pengelolaan sampah. 

Andy mengatakan para pemimpin pegiat lingkungan kemudian diharapkan dapat menjadi pemantik agent of change kesadaran lingkungan di wilayahnya masing-masing, sesuai konteks tantangan, permasalahan, dan solusi yang dibutuhkan.

Gerakan Memilah Sampah

Laksmi Widyajayanti, Plt. Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup, mengatakan pemerintah berkomitmen mempercepat penanganan sampah nasional dengan target pengurangan sampah 100% pada 2028. 

“Gerakan pemilahan sampah dari rumah sudah dimulai sejak Mei. Kami sangat berbahagia karena ini adalah gerakan dari hati,” ujar Laksmi, saat menghadiri LA 2026.

Menurut dia, tantangannya ada pada upaya memastikan sampah yang sudah dipilah dari rumah tidak akan kembali tercampur di hilir. Karena itu, solusi penanganan sampah ini perlu didukung dari semua unsur pentahelix, mulai dari masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga pelaku media.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...