ABB Dukung Keandalan Pasokan Listrik PLTS Terapung Cirata

Nadya Zahira
8 Desember 2023, 12:53
Ilustrasi PLTS Terapung Cirata.
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.
Teknisi memeriksa solar panel pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023).

ABB, sebuah perusahaan global di bidang elektrifikasi dan otomatisasi, menyediakan proteksi relai Relion untuk mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata. Sistem itu menjamin keandalan pasokan listrik untuk sekitar 50.000 rumah dari energi yang dihasilkan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.

Untuk diketahui, PLTS terapung seluas 250 hektare yang berlokasi di Waduk Cirata, Jawa Barat ini, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Proyek ini serupa dengan berbagai proyek instalasi tenaga surya terapung di dunia yang dibangun di atas pembangkit listrik tenaga air dengan tujuan menghasilkan pasokan listrik yang andal, efisien, dan bersih.  

“Langkah ini sejalan dengan hasil studi jurnal Nature yang mengkalkulasi besaran energi listrik yang dihasilkan dari penggunaan 10% PLTA yang ada di seluruh dunia melalui panel surya terapung, adalah setara dengan tenaga listrik berbahan bakar fosil yang ada di seluruh dunia,” tulis ABB dalam keterangan resmi, Jumat (8/12). 

Sejalan dengan hal itu, pemerintah mengintegrasikan peningkatan porsi energi terbarukan ke dalam sistem ketenagalistrikan sebagai hal yang krusial dalam mendukung pencapaian target energi terbarukan sebesar 23% pada 2025.

Proyek PLTS Terapung Cirata merupakan kolaborasi antara pemerintah Indonesia, melalui PT PLN Nusantara Power dengan Masdar, sebuah grup energi terbarukan yang berbasis di Abu Dhabi.

Dengan menggandeng tenaga ahli lokal, ABB berhasil menginstalasi, menguji, dan mengoperasikan switchgear berinsulasi udara primer (AIS) tegangan menengah (MV). Pada tahap pertama proyek tersebut memiliki kapasitas 192-megawatt peak (MWp), atau hampir 30 kali lipat dari kapasitas PLTS Terapung terbesar di Eropa, yaitu waduk Alqueva, Portugal.

Selain itu, jangkar dan tambatan yang digunakan di Bendungan Cirata, yang mencapai kedalaman 100 meter, merupakan yang terdalam di dunia. Keberadaan PLTS terapung ini diharapkan dapat menghindarkan 214.000 ton emisi karbondioksida (CO2) setiap tahunnya.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari proyek ini, yang tidak hanya strategis bagi Pemerintah Indonesia, namun juga memberikan sinyal positif bagi perekonomian global lainnya yang bermaksud meningkatkan target dekarbonisasi mereka melalui PLTS terapung,” kata Ken Yap, Commercial Vice President at ABB’s Electrification Business in Indonesia. 

 

Teknologi untuk Meningkatkan Efisiensi Infrastruktur PLTS Cirata

Dia mengatakan, teknologi terdepan dari ABB merupakan bagian penting dalam distribusi energi terbarukan yang andal dari pembangkit listrik tenaga fotovoltaik (PV) terapung pertama dengan skala utiliti di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. 

“Infrastruktur distribusi yang kuat sangat penting bagi keberhasilan rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energinya, dan kami sangat antusias dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut” ujarnya.

Dia menjelaskan, solusi ABB yang mencakup 17 panel MV primer AIS UniGear ZS1 dan dilengkapi relai proteksi Relion ini, bertujuan mengontrol, melindungi, dan mengisolasi peralatan listrik serta memastikan keandalan pasokan listrik. 

Perangkat tersebut juga membutuhkan pemeliharaan minimum yang memungkinkan tingkat pengembalian investasi yang optimal. Sedangkan, REF615 dapat meningkatkan keselamatan karena memungkinkan untuk dioperasikan dan dikendalikan dari jarak jauh. 

Selain itu, jumlah switchgear ini dapat dengan mudah ditambah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembangkit di masa mendatang. Adapun keuntungan lainnya dari PV terapung adalah modul-modulnya tetap terjaga dalam kondisi sejuk karena dikelilingi air di sekitarnya sehingga berdampak pada efisiensi yang optimal.

Saat ini, energi terbarukan baru menyumbang 14% dari total bauran energi di Indonesia. Untuk itu, pemerintah telah menargetkan penambahan 60 instalasi PV terapung lainnya seperti pembangkit listrik Cirata untuk mencapai target 23% energi terbarukan pada 2025, dan 31%  pada 2050. 

Indonesia yang memiliki 100 waduk dan 521 danau alami di seluruh negeri memiliki potensi yang sangat besar untuk mewujudkan target tersebut. Proyek Cirata akan menjadi cetak biru (blueprint) untuk mereplikasi lebih banyak PLTS terapung di berbagai wilayah Indonesia.

PLTS Terapung Cirata mempekerjakan lebih dari 1.400 warga lokal selama proses konstruksinya, serta mencatatkan lebih dari 2 juta jam kerja tanpa kecelakaan.

Reporter: Nadya Zahira

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...