Jokowi Hadiri KTT AZEC di Tokyo, Bahas Kawasan Bebas Emisi
Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Zero Emission Community (AZEC) di Kantor Perdana Menteri Jepang, Tokyo, Senin (18/12).
KTT AZEC pertama kali digelar usai diluncurkan pada KTT G20 di Bali pada 2022. Dalam agenda tersebut, Indonesia berharap adanya semangat kolaborasi demi mewujudkan kawasan bebas emisi.
Dikutip dari Antara, Jokowi tiba di Kantor PM Jepang pada 10.05 waktu setempat. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu langsung disambut oleh PM Jepang Fumio Kishida.
Jokowi dan Kishida melakukan sesi foto bersama. Setelah itu keduanya bergabung dengan pemimpin negara lainnya untuk berfoto bersama.
Dalam formasi tersebut, Jokowi berdiri antara PM Singapura Lee Hsien Loong dan Kishida. Setelah itu, para pemimpin menuju ruang pertemuan.
Dalam pidato di KTT AZEC, Jokowi memaparkan hal yang bisa jadi panduan untuk menghadapi perubahan iklim. Salah satunya lewat pengakuan atas berbagai jalur transisi energi.
"Indonesia sendiri memiliki Indonesian Way of Just Energy Transition melalui pengembangan energi baru dan terbarukan serta penguatan upaya dekarbonisasi," ujar Jokowi.
Turut mendampingi Jokowi dalam KTT tersebut Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi.
Sebelumnya, Pemerintah Jepang menyampaikan komitmen pendanaan senilai US$ 1 miliar atau sekira Rp 15,5 triliun untuk implementasi proyek kerja sama pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di kawasan Asia Tenggara dan Jepang.
Inisiatif tersebut merupakan hasil keputusan kemitraan bertajuk ASEAN Japan Co-Creation Initiative for the Next Generation Automotive Industry yang menjadi bagian dari KTT Perayaan 50 tahun ASEAN-Jepang di Tokyo.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia menyerukan kerja sama ASEAN-Jepang sebagai upaya kolaborasi konkret dan bermanfaat langsung bagi masyarakat di kawasan. Kerja sama yang dimaksud yakni pendanaan infrastruktur, transisi energi, transformasi digital, ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok.
"Presiden Republik Indonesia menekankan kemitraan strategis komprehensif ASEAN-Jepang yang disepakati September lalu di Jakarta harus menjadi modalitas untuk terus memperkokoh hubungan," kata Retno saat memberikan keterangan pers yang disiarkan oleh Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (18/12).
