PLN Tanam Gamal di Lahan Seluas 100 Hektare untuk Bahan Baku Co-firing

Image title
16 Desember 2024, 14:46
Ilustrasi pohon gamal, PLN
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/Spt.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menanam gamal atau gliricidia sepium di lahan seluas 100 hektare di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Ringkasan

  • PLN EPI menanam tanaman gamal di Kalimantan Tengah sebagai bahan baku biomassa untuk co-firing PLTU.
  • Penanaman dilakukan di lahan 100 hektare di Pulang Pisau dan Kapuas dengan jumlah bibit mencapai 200.000.
  • Program penanaman tanaman energi ini melibatkan kelompok tani dan memberikan manfaat seperti pemanfaatan lahan, pakan ternak, dan pelestarian lingkungan.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menanam gamal atau gliricidia sepium di lahan seluas 100 hektare di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Tanaman tersebut akan digunakan untuk bahan baku biomassa dalam program co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.

Co-firing adalah teknik subtitusi PLTU batu bara dengan bahan biomassa dengan rasio tertentu untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Direktur Utama PT PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, mengatakan penananam tanaman energi itu dilakukan di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau di lahan seluas 20 hektare dan di Desa Rawa Subur, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas di lahan seluas 80 hektare. PLN EPI menanam 160.000 bibit tanaman gamal di Desa Rawa Subur dan 40.000 bibit lainnya di Desa Buntoi.

“Kolaborasi penanaman tanaman multifungsi ini menggandeng delapan kelompok tani di Desa Rawa Subur dan tiga kelompok tani di Desa Buntoi,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Senin (16/12).

Iwan mengatakan, tanaman ini nantinya juga akan memberikan beberapa manfaat, seperti pemanfaatan lahan yang tidak produktif, ketersediaan daun gamal sebagai pakan ternak berkualitas, dan pelestarian lingkungan dalam mendukung target nol emisi bersih (NZE) Indonesia pada 2060.

Sebelumnya, PLN EPI juga sudah melakukan program serupa di beberapa wilayah, yakni di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Untuk mencapai NZE di 2060 perlu dilakukan kolaborasi semua pihak. Tidak hanya dari pemerintah, kementerian, dan lembaga, serta BUMN, namun juga memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Djati Waluyo

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...