Kementerian ESDM Targetkan 63.000 SPKLU Terpasang Pada 2030

Ringkasan
- Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains mengakui kontribusi perempuan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
- Peringatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam STEM dan merayakan perempuan yang telah menginspirasi di bidang sains.
- Peringatan ini juga membantu mengatasi ketidakseimbangan gender dalam STEM dan mendorong inovasi dan kemajuan ilmiah dengan memastikan keterlibatan seluruh potensi manusia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan 63.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia pada tahun 2030.
Target ini ditetapkan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik yang diproyeksikan mencapai 943.000 unit roda empat pada periode tersebut.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu, menyatakan bahwa jumlah SPKLU akan meningkat signifikan dibandingkan kondisi saat ini.
“Direncanakan SPKLU itu sebanyak sekitar 63.000 unit. Kalau dari jumlah sekarang, kemungkinan ini meningkat 10 kali lipat kira-kira,” ujarnya dalam sebuah webinar di Jakarta, Selasa (18/2).
Berdasarkan data PT PLN (Persero), jumlah SPKLU yang telah beroperasi hingga 2024 mencapai 3.233 unit dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah berharap dengan peningkatan jumlah SPKLU, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang sebagian besar masih diimpor dapat ditekan. “Menghemat penggunaan BBM, kita bisa menghemat 66.000 barel per hari,” kata Jisman.
Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai 1,4 juta barel per hari, sementara produksi minyak domestik hanya sekitar 600.000 barel per hari. Hal ini menyebabkan ketergantungan pada impor sekitar 900.000 hingga 1 juta barel per hari.
Selain manfaat ekonomi, peningkatan kendaraan listrik dan infrastruktur SPKLU juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon.
“Menurunkan emisi hingga 1 juta ton CO2 ekuivalen per tahun,” ujar Jisman.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap Indonesia dapat mempercepat transisi menuju energi bersih serta meningkatkan ketahanan energi nasional melalui pengurangan impor BBM dan emisi karbon.