PLTN Prancis Setop Operasi karena Sistem Pendinginan Dipenuhi Ubur-ubur
Empat reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Gravelines di Prancis dihentikan operasinya, pada Minggu (10/8) malam. Penyebabnya adalah kerumunan ubur-ubur di sistem pendingin, yang kemungkinan disebabkan oleh kenaikan suhu air akibat pemanasan global.
Pembangkit listrik di utara Prancis ini merupakan salah satu yang terbesar di negara tersebut. PLTN ini didinginkan melalui kanal yang terhubung dengan Laut Utara. Enam unitnya masing-masing menghasilkan 900 megawatt daya, atau total 5,4 Gigawatt.
"Seluruh pembangkit kini menghentikan produksi secara sementara karena dua unit lainnya sedang offline untuk pemeliharaan terjadwal," menurut data EDF, seperti dikutip CNN.
Pantai-pantai di sekitar Gravelines, antara kota besar Dunkirk dan Calais, telah mengalami peningkatan populasi ubur-ubur dalam beberapa tahun terakhir akibat pemanasan air laut dan introduksi spesies invasif.
“Ubur-ubur berkembang biak lebih cepat saat air lebih hangat, dan karena wilayah seperti Laut Utara semakin hangat, jendela reproduksi semakin melebar,” kata Derek Wright, Konsultan Biologi Laut di Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Divisi Perikanan.
“Ubur-ubur juga dapat menumpang di kapal tanker, masuk ke tangki ballast kapal di satu pelabuhan dan sering kali dipompa keluar ke perairan di seberang dunia,” ujarnya.
Spesies Invasif
Spesies invasif yang dikenal sebagai ubur-ubur bulan Asia, yang asli dari wilayah Pasifik Barat Laut, pertama kali terlihat di Laut Utara pada tahun 2020.
Spesies ini, yang lebih menyukai air tenang dengan kadar plankton hewan yang tinggi seperti pelabuhan dan kanal, telah menyebabkan masalah serupa di pelabuhan dan pembangkit listrik nuklir di Cina, Jepang, dan India.
“Semua orang membicarakan nuklir sebagai sumber energi bersih, tetapi kita tidak memikirkan konsekuensi tak terduga dari polusi panas,” kata Derek.
EDF tidak segera menanggapi permintaan komentar CNN mengenai hal ini.
Reaktor 2, 3, dan 4 di Gravelines berhenti secara otomatis menjelang tengah malam ketika drum filter stasiun pompa tersumbat oleh gerombolan ubur-ubur yang besar dan tidak terduga. Menurut pengumuman EDF, reaktor 6 offline beberapa jam kemudian.
Penghentian keempat reaktor itu tidak mempengaruhi keselamatan fasilitas, staf, atau lingkungan, kata pihak berwenang.
Pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut juga terletak dekat dengan pantai-pantai yang telah menjadi titik rawan bagi para migran yang berusaha menyeberang ke Inggris. Ubur-ubur invasif tersebut tidak dianggap sebagai ancaman, karena mereka tidak memiliki sengatan beracun.
