Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dengan total kapasitas 7 GW dalam delapan tahun ke depan.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menilai PLTN dipilih sebagai sumber energi alternatif karena efisien, teknologinya semakin maju, dan rendah emisi.
Perkembangan ini merupakan inti dari visi 2026 untuk energi dan pertambangan di Turki, yang diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Alparslan Bayraktar.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut pemilihan mitra pengembangan nuklir untuk pembangkit listrik (PLTN) berlandaskan aspek kompetitif.
Pemerintah Indonesia dan Brasil telah menyepakati kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), salah satunya adalah pengembangan nuklir.