Indonesia tertarik mengadopsi teknologi baru PLTN seperti small modular reactor yang diklaim lebih aman. Namun, teknologi ini belum terbukti andal secara teknis dan skala komersial.
PLTN generasi terbaru telah didesain dengan aspek keselamatan yang tinggi. Indonesia juga perlu menggunakan teknologi yang telah teruji ketika membangun pembangkit energi nuklir.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dengan total kapasitas 7 GW dalam delapan tahun ke depan.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menilai PLTN dipilih sebagai sumber energi alternatif karena efisien, teknologinya semakin maju, dan rendah emisi.