Australia Kucurkan Rp11 Triliun untuk Investasi Energi Terbarukan

Image title
17 September 2025, 12:13
Perkebunan canola di Australia
The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Australia bakal menggelontorkan A$1,1 miliar (US$735 juta) atau senilai Rp11 triliun untuk pengembangan industri bahan bakar rendah karbon. 

Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengatakan dana ini akan digelontorkan selama 10 tahun ke depan dan ditujukan untuk merangsang investasi swasta di produk-produk berkelanjutan seperti biodiesel dan bahan bakar pesawat. 

"Ini merupakan langkah awal untuk membangun industri baru sepenuhnya di negara tersebut. Tujuannya agar masyarakat Australia dan ekonomi kita bisa menjadi penerima manfaat besar dari transformasi global menuju nol emisi bersih,” katanya, dikutip dari Reuters.

Dalam pernyataan resmi, Australia diuntungkan dengan praktik pertanian yang maju.  Ini membuat Australia dalam posisi unggul untuk memproduksi bahan bakar cair yang lebih bersih dan rendah karbon. Australia saat ini merupakan produsen utama tanaman seperti kanola, tebu, dan sorgum yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Saat ini, sebagian besar hasil panen tersebut diekspor sementara Australia justru mengimpor sebagian besar bensinnya. Kanola Australia sendiri menjadi bahan baku utama bagi industri biodiesel di Eropa.

“Ini bukan hanya soal bahan bakar yang lebih bersih. Ini juga tentang menciptakan lapangan kerja, mendiversifikasi usaha tani, dan memastikan wilayah pedesaan tetap berada di garis depan transisi Australia menuju nol emisi bersih,” ujar CEO National Farmers’ Federation, Su McCluskey.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...