PLN: Target 76% Energi Terbarukan Butuh Tiga Prinsip Utama

Image title
15 April 2026, 17:33
PLN, energi terbarukan
Katadata/Fauza Syahputra
Sesi panel "Greentech for Tomorrow" di IDE Katadata Future Forum 2026, di Djakarta Theater, pada Rabu (15/4). Narasumber dalam panel ini adalah Executive Vice President PLN Didik Fauzi Dakhlan dan SVP Corporate Secretary PT Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT PLN (Persero) menyatakan pencapaian target 76% energi baru terbarukan (EBT) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 tidak hanya bergantung pada pembangunan kapasitas, tetapi juga pada penerapan tiga prinsip utama dalam sistem ketenagalistrikan.

Executive Vice President PLN, Didik Fauzi Dakhlan, mengatakan ketiga prinsip tersebut adalah keterjangkauan biaya (affordability), keandalan dan keamanan sistem (secure), serta kesiapan operasional yang berkelanjutan (reliable dan incremental ready).

“Dari total rencana penambahan 69,5 gigawatt dalam RUPTL, sebanyak 76% berasal dari energi baru terbarukan. Untuk mewujudkannya, kami harus memastikan bahwa sistem listrik tetap murah, aman, dan siap memenuhi kebutuhan yang terus bertambah,” ujar Didik dalam acara  sesi panel "Greetech for Tomorrow" di IDE Katadata Future Forum 2026, di Jakarta, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, PLN juga melakukan standarisasi dalam proses eksekusi proyek serta memperkuat fungsi pengawasan melalui project management office. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proyek berjalan sesuai target RUPTL yang dinilai sebagai yang paling hijau sepanjang sejarah.

Namun, Didik menyatakan tantangan tidak hanya datang dari sisi pembangunan pembangkit. Karakteristik energi terbarukan yang berbeda dengan energi fosil menjadi faktor penting yang harus diantisipasi.

“Energi terbarukan seperti surya tidak selalu tersedia setiap saat. Karena itu, dibutuhkan teknologi tambahan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan konsumsi listrik,” jelasnya.

Di sisi lain, lokasi sumber EBT yang umumnya jauh dari pusat permintaan listrik juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, PLN akan membangun jaringan transmisi dalam skala besar guna memastikan distribusi energi berjalan optimal.

Menurut Didik, keberhasilan mencapai target EBT ini akan sangat bergantung pada kemampuan PLN dalam menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, keandalan sistem, dan keberlanjutan lingkungan.

“Ini bukan hanya soal menambah kapasitas, tetapi bagaimana memastikan listrik tetap terjangkau, andal, dan ramah lingkungan secara bersamaan,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...