ITDP: Perlu Dialog Lintas Sektor untuk Percepat Elektrifikasi Logistik Perkotaan

Hari Widowati
23 April 2026, 18:18
ITDP, elektrifikasi, sektor logistik
Dok. ITDP
Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia mendorong dialog lintas sektor untuk percepatan adopsi kendaraan listrik di sector logistik perkotaan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia mendorong dialog lintas sektor untuk percepatan adopsi kendaraan listrik di sektor logistik perkotaan. Analisis ITDP menunjukkan penggunaan motor listrik dapat mengurangi emisi karbon hingga 25%, bahkan dengan memperhitungkan bauran listrik yang masih berbasis batu bara.

"Percepatan elektrifikasi logistic perkotaan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Melalui forum ini, kami ingin mendorong dialog yang lebih terarah agar solusi yang dihasilkan tidak hanya relevan, tetapi juga dapat diimplementasikan," ujar Gonggomtua Sitanggang, Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia, pada Rabu (22/4).

ITDP Indonesia dan ViriyaENB menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Akselerasi Transisi Kendaraan Listrik pada Layanan Pengiriman Barang Perkotaan" untuk mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di sektor logistic perkotaan. Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri logistik dan layanan on-demand, seperti Grab, Gojek, JNE, J&T, SiCepat, Asperindo, dan ALDEI. Acara itu juga diikuti produsen motor listrik dan asosiasi industri terkait.

Dalam diskusi tersebut, terungkap secara teknis kendaraan listrik roda dua sudah siap untuk sebagian besar kebutuhan operasional kurir. Namun, tantangan sesungguhnya ada di ekosistem pendukungnya.

"Peningkatan infrastruktur pengisian daya menjadi komponen krusial untuk mendukung operasional, terutama bagi kurir layanan on-demand yang menempuh lebih dari 100 km per hari," kata Gonggomtua.

Para pelaku industri logistik menyoroti pentingnya standardisasi teknologi baterai, baik secara fisik maupun perangkat lunak, agar interoperabilitas antarmerek dapat terwujud. Standardisasi ini juga akan mengurangi risiko investasi untuk transisi ke sepeda motor listrik. Merespons hal tersebut, produsen sepeda motor listrik menyatakan siap mengupayakan produk-produk sesuai kebutuhan kegiatan logistik.

Isu pembiayaan juga menjadi benang merah yang paling kuat sepanjang diskusi. Kesenjangan antara harga kendaraan listrik dan kemampuan finansial mitra kurir masih terlalu lebar untuk ditanggung secara mandiri. Tanpa skema dukungan yang terstruktur, transisi ini berpotensi menekan pendapatan harian mitra hingga sekitar 21%.

Subsidi Pembelian Kendaraan Listrik untuk Pekerja Logistik

Peserta FGD mengusulkan agar subsidi pembelian sepeda motor listrik ditargetkan kepada pekerja logistik karena menghasilkan dampak besar daripada subsidi pembelian bagi penggunaan pribadi. Untuk mengatasi isu nilai jual kembali dan jaminan pembiayaan, peserta mengusulkan mekanisme jaminan pembelian kembali (buy-back guarantee) yang ditanggung pemerintah.

Di sisi yang lebih struktural, inkonsistensi regulasi serta ketidakpastian mengenai siapa yang mengoordinasikan kebijakan pecepatan transisi KBLBB di tingkat pemerintah, menjadi catatan serius yang perlu segera ditangani.

Berdasarkan hasil diskusi ini, ITDP Indonesia mengidentifikasi beberapa arah kebijakan prioritas:

  • Pertama, kerja sama antarindustri logistik dan manufaktur sepeda motor listrik untuk meningkatkan uji coba implementasi sepeda motor listrik pada segmen pengiriman last-mile guna mengidentifikasi kesenjangan operasional.
  • Kedua, skema pembiayaan yang disesuaikan dengan pola operasional dan kemampuan finansial mitra kurir.
  • Ketiga, kehadiran pemerintah sebagai orchestrator yang memastikan standarisasi, kepastian regulasi, dan keseimbangan antar pemain industri.

    “Melalui forum ini, kami berharap dapat menjembatani berbagai perspektif serta mengidentifikasi langkah-langkah prioritas untuk mempercepat transisi menuju sistem logistik perkotaan yang lebih efisien, bersih, dan berkelanjutan,” kata Gonggom.

FGD ini merupakan bagian dari studi ITDP Indonesia mengenai elektrifikasi kendaraan logistik perkotaan yang akan diluncurkan tahun ini. Studi ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diadopsi oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk mendorong adopsi kendaraan listrik pada armada logistik perkotaan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...