Baru Sehari Padam, Kebakaran Kembali Merambah TN Way Kambas
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali merambah kawasan Taman Nasional Way Kambas. Padahal, baru di akhir pekan lalu api berhasil dipadamkan di wilayah tersebut.
Titik api kali ini terdeteksi di Desa Braja Luhur pada Minggu (23/8) pagi. Sebelumnya, kebakaran terjadi di Desa Braja Harjosari pada Jumat (21/8) dan berhasil diatasi keesokan harinya.
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengonfirmasi hal tersebut dan menyatakan saat ini tim gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pencegahan perluasan api.
“Betul, kembali terdeteksi kebakaran di lokasi baru, yang berbeda dari area kebakaran yang sebelumnya berhasil dipadamkan pada Sabtu malam,” kata Ristianto kepada Katadata, pada Senin (24/8).
Ristianto mengatakan penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. Ia menjelaskan, proses pemeriksaan masih berlangsung dan indikasi penyebab kebakaran baru bisa diketahui dari hasil pengecekan lapangan.
“Dugaan unsur kesengajaan masih merupakan informasi awal dan sedang didalami bersama aparat penegak hukum,” ujar dia.
“Apabila ditemukan bukti pelanggaran, tentu akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum,” ucap dia melanjutkan.
Sejauh ini, belum diketahui secara pasti berapa luas area yang terdampak kebakaran di lokasi baru. Meskipun demikian, Ristianto mengatakan, berdasarkan pemantauan sementara tidak ada satwa yang terdampak langsung.
“Petugas tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan dan kondisi satwa di sekitar lokasi sebagai bagian upaya perlindungan kawasan,” ujarnya.
673 Hektare Hangus di Titik Api Sebelumnya
Kebakaran yang terjadi pada Jumat (21/8) hingga Sabtu (22/8) malam di titik sebelumnya, diperkirakan telah menghanguskan sekitar 673 hektare lahan. Angka ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan.
Meskipun demikian, menurut pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar yang berada di wilayah utara kawasan tersebut jauh dari lokasi kebakaran. Pusat konservasi juga bukan berada di area terdampak.
“Dengan demikian, gajah liar maupun gajah di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dan tidak terdampak langsung oleh kejadian tersebut,” demikian dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kehutanan.
Petugas di Balai Taman Nasional Way Kambas tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan untuk memastikan perlindungan satwa liar berjalan optimal. Intensitas patroli dan pengamanan kawasan turut ditingkatkan, bekerja sama dengan masyarakat serta mira kerja lainnya.
“Penguatan tersebut mencakup pencegahan kebakaran hutan dan lahan, perburuan, perambahan, serta aktivitas ilegal lainnya yang berpotensi mengancam kawasan konservasi,” demikian dikutip.
Awal tahun ini, kebakaran juga sempat melanda kawasan TNWK. Saat itu, lahan yang terbakar dilaporkan mencapai lebih dari 2.600 hektare.
Sebagai informasi, Way Kambas ditetapkan sebagai taman nasional sejak 1989, meliputi area sekitar 125 ribu hektare. Selain gajah sumatra, Way Kambas juga menjadi habitat penting bagi badak sumatra, harimau sumatra, dan tapir asia.
