Bahlil Tawarkan PLTA Mamberamo 23 GW, Ini Profil Sungai Raksasa Papua

Martha Ruth Thertina
22 September 2026, 20:01
Foto udara bendungan Kerinci, PLTA Kerinci, di aliran Sungai Batang Merangin, Kerinci, Jambi, Rabu (27/8/2025). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menawarkan proyek PLTA di dua Sungai Besar: Sungai Mamberamo di Papua da
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU
Foto udara bendungan Kerinci, PLTA Kerinci, di aliran Sungai Batang Merangin, Kerinci, Jambi, Rabu (27/8/2025). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menawarkan proyek PLTA di dua Sungai Besar: Sungai Mamberamo di Papua dan Kayan di Kalimantan saat berbicara di depan investor di Tangerang, Banten, Selasa (22/9).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak investor mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sungai Mamberamo di Papua. Proyek tersebut memiliki potensi pembangkitan hingga 23 gigawatt (GW).

“Kalau ada yang mau air, PLTA di Papua. Sungai Mamberamo itu potensinya 23 gigawatt,” ujar Bahlil di Tangerang, Banten, seperti dikutip Antara, Selasa (22/9). Selain Sungai Mamberamo, dia menawarkan pengembangan PLTA Sungai Kayan di Kalimantan dengan potensi sekitar 12 GW.

Bahlil mengatakan bahwa pengembangan pembangkit energi terbarukan membutuhkan investasi besar. Karena itu, dia mengajak investor memanfaatkan peluang pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

“Sekarang jangan tanya sumber daya alam, tetapi saya tanya kepada bapak-ibu semua, apakah serius atau tidak untuk melakukan investasi di Indonesia,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar dan dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Pengembangan pembangkit berbasis energi terbarukan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kemandirian energi.

Soal PLTA Mamberamo, PLN dan perusahaan asal Cina, SDIC Power, sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada November 2024 untuk pengembangannya, termasuk melakukan studi bersama terkait aspek bisnis, teknis, hukum, dan risiko. PLN Nusantara Power dan SDIC juga telah melakukan site reconnaissance pada September 2024.

Namun, belum ada informasi resmi mengenai kelanjutan kerja sama itu hingga Bahlil kini kembali menawarkan pengembangan PLTA Mamberamo kepada investor.

Sungai Mamberamo

Sungai Mamberamo merupakan salah satu sungai terbesar di Papua dengan panjang sekitar 670 kilometer. Sungai ini terbentuk dari pertemuan Sungai Taritatu dari arah timur dan Sungai Tariku dari barat, lalu bermuara di Samudra Pasifik. Pemerintah Provinsi Papua menyebut Sungai Mamberamo melintas di enam kabupaten, yakni Jayapura, Mamberamo, Sarmi, Jayawijaya, Yapen Waropen, dan Paniai.

Bentang alam di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Mamberamo juga sangat luas. Pemerintah Provinsi Papua mencatat luas DAS tersebut mencapai sekitar 79.440 kilometer persegi, dengan karakter wilayah yang berubah dari pegunungan di bagian hulu, cekungan dataran tinggi di bagian tengah, hingga dataran rendah berawa di hilir. Kondisi tersebut membuat debit air Mamberamo sangat besar. Berdasarkan kajian hidrologi Mamberamo, debit sungainya sekitar 4.530 meter kubik per detik.

Besarnya sumber daya air membuat Mamberamo memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang sangat besar. Kementerian ESDM menyebut potensi tenaga air Sungai Mamberamo mencapai sekitar 24 GW. Potensi tersebut termasuk yang terbesar di Indonesia, bersama Sungai Kayan di Kalimantan Utara yang potensinya sekitar 13 GW.

Di sisi lain, kawasan Mamberamo memiliki bentang ekosistem yang luas dan beragam. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendeklarasikan Taman Nasional Mamberamo Foja pada 15 Oktober 2024. Kawasan tersebut memiliki sembilan tipe ekosistem alami. KLHK mencatat sedikitnya 225 jenis burung, 69 jenis mamalia, 217 jenis kupu-kupu, serta sekitar 550 jenis tumbuhan telah teridentifikasi di kawasan tersebut. Pengelolaan taman nasional itu juga diarahkan untuk melibatkan masyarakat adat.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...