Ribuan Hektar Kawasan Konservasi di Kalteng Terbakar, 49 Orangutan Sesak Napas

Ajeng Dwita Ayuningtyas
23 Oktober 2026, 16:19
Anggota tim medis Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) memeriksa induk dan anak orangutan yang terjebak di area perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (18/9/2026).
ANTARA FOTO/HO/YIARI/Heribertus Suciadi/jhw/YU
Anggota tim medis Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) memeriksa induk dan anak orangutan yang terjebak di area perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (18/9/2026). Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan YIARI menyelamatkan induk beserta anak orangutan yang ditemukan bertahan di pohon akasia pada lahan seluas sekitar 400 meter persegi yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit, tanpa
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rumah orang utan di kawasan Konservasi Mawas yang beroperasi di bawah kelolaan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation di Kalimantan Tengah kini terbakar.  Akses yang sulit dijangkau dan ketersediaan air yang menipis membuat upaya pemadaman lahan terbakar seluas 1.642 hektare itu sulit dilakukan. 

CEO BOS Foundation Jamartin Sihite menjelaskan, tim BOSF Mawas terus bekerja sama dengan masyarakat setempat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk memadamkan api dan memantau area rawan terbakar. 

“Namun, operasi lapangan menghadapi tantangan karena permukaan sungai terus surut, sejumlah jalur air mulai mengering, dan beberapa lokasi terpencil hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki,” kata Jamartin kepada Katadata, pada Jumat (23/10).

Program Konservasi Mawas bergerak untuk merestorasi dan merawat hutan gambut seluas 309.000 hektare yang membentang di dua kabupaten, mencakup Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Selatan. 

Kawasan gambut ini sempat dikeringkan untuk Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) Sejuta Hektar era Presiden Soeharto, proyek mengubah lahan gambut jadi wilayah pertanian untuk memenuhi kebutuhan padi nasional.

Sejauh ini, kata Jamartin, penyebab kebakaran di area Program Konservasi Mawas belum bisa dipastikan. Keterbatasan akses masih jadi kendala pengecekan langsung. Sebagai informasi, area kerja program ini mencakup beberapa fungsi dan status kawasan, yaitu suaka margasatwa, hutan lindung, area bernilai konservasi tinggi, hingga area penggunaan lain. 

“Untuk saat ini, kami perlu berhati-hati agar tidak berspekulasi mengenai sumber api atau aktivitas yang mungkin menjadi penyebabnya sebelum ada informasi yang terverifikasi,” ujar dia.

Butuh Dukungan Dana

Hingga 20 Oktober 2026, tercatat sekitar 49 orangutan dalam pengawasan BOS Foundation menunjukkan gejala gangguan pernapasan. Kondisi para orangutan terus dipantau oleh tim terkait. Jamartin lalu menjelaskan, BOSF tetap melakukan upaya untuk menekan dampak kebakaran terhadap orangutan. 

Upaya yang dimaksud di antaranya memantau kualitas udara di lokasi operasional, termasuk area sekolah hutan, kandang orangutan, dan fasilitas lainnya. Tim turut berpatroli di area rawan terbakar, melakukan pembasahan di titik krusial, dan menyesuaikan aktivitas sekolah hutan dengan kondisi kualitas udara. 

“Di sejumlah kandang dan area aktivitas orangutan, sistem sprinkler juga telah dipasang untuk membantu menurunkan suhu dan menjaga kelembapan. Kami juga memberikan tambahan air minum bagi orangutan di pulau pra-pelepasliaran,” ucapnya.

Untuk memadamkan api serta melindungi orangutan dan habitatnya, Jamartin mengungkap membutuhkan bantuan pendanaan. Sebab, lokasi-lokasi kerja semakin sulit diakses dengan transportasi air, seiring menyusutnya sungai. Kegiatan pemantauan dan respons di lapangan mendesak waktu, tenaga, dan sumber daya yang lebih besar. 

Di samping itu, pendanaan juga diperlukan untuk pengadaan kendaraan penunjang pencegahan dan penanganan api. Misalnya, truk modifikasi dan mobil double cabin lengkap dengan tangki air, pompa, dan selang pemadam; serta kendaraan roda tiga untuk mengangkut peralatan pemadaman dan mendukung mobilitas tim di lokasi yang sulit dijangkau dengan kendaraan besar.

Adapun di pusat rehabilitasi BOS Foundation lainnya, di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, dan Samboja Lestari, Kalimantan Timur, kondisinya masih terbilang aman dari api kebakaran. “Kesiapan personel untuk kegiatan pemantauan, perawatan, dan respons lapangan juga masih terjaga,” kata Jamartin.

Meskipun demikian, dia mengatakan pihaknya tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan. Sebab kondisinya serupa, permukaan air sungai makin susut dan wilayah sekitarnya makin kering. Antisipasi risiko dan langkah mitigasi turut disiapkan apabila diperlukan evakuasi orangutan dari pulau-pulau pra-pelepasliaran.

Jamartin juga menjelaskan, BOSF bersama BKSDA Kalimantan Tengah telah mengevakuasi enam orangutan terdampak kebakaran hutan, terdiri dari empat jantan dan dua betina. Saat ini, keenam orangutan masih berada dalam penanganan BOSF. 

“Translokasi ke habitat yang lebih aman masih menunggu hingga kebakaran mereda dan tersedia habitat yang kondisinya memungkinkan bagi orangutan untuk dilepasliarkan kembali,” ucapnya. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...