Riset: Investasi Ketahanan Iklim Berpotensi Ciptakan 280 Juta Lapangan Pekerjaan

Image title
17 Oktober 2025, 10:06
Investasi
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nz
Petani melakukan pengecekan penyiraman tanaman melon melalui gawainya di Umah Tani Agriculture, Kota Serang, Banten, Senin (13/10/2025). Warga setempat mengembangkan program sistem pertanian terpadu atau integrated farming system meliputi pengolahan pupuk dari kotoran ikan nila yang terintegrasi dengan budi daya tanaman cabai, melon, kangkung dan pakcoy dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah serta menjadi produsen kebutuhan sayur maupun ikan bagi hotel maupun restoran di kawasan tersebut.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Laporan terbaru bertajuk Returns on Resilience menunjukkan investasi yang tepat sasaran dalam ketahanan iklim dapat menciptakan lebih dari 280 juta lapangan kerja tambahan di negara berkembang pada tahun 2035.

Riset yang dilakukan oleh konsorsium 20 organisasi adaptasi global yang dipimpin Systemiq ini menyebut investasi ini juga berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) dan membuka peluang pasar bernilai triliunan dolar AS.

Laporan itu menyoroti bagaimana investasi adaptasi mampu memberikan manfaat ekonomi empat kali lipat dibandingkan biayanya, dengan rata-rata tingkat pengembalian mencapai 25% per tahun. 

“Selain menciptakan lapangan kerja, kebijakan adaptasi diperkirakan dapat menambah hingga 15% PDB di negara-negara rentan pada 2050, memperkuat stabilitas fiskal, serta mengurangi risiko utang,” tulisan laporan tersebut, dikutip, Jumat (17/10).

Menurut laporan tersebut, pasar adaptasi dan ketahanan berpotensi mencapai 1,3 triliun dolar AS per tahun pada 2030. Investasi yang direkomendasikan meliputi enam sektor utama: pangan, air, kesehatan, infrastruktur, masyarakat dan bisnis, serta alam dan keanekaragaman hayati dengan solusi seperti pertanian cerdas iklim, restorasi mangrove, dan sistem peringatan dini.

“Ketahanan adalah fondasi kemakmuran, namun masih menjadi investasi yang paling diremehkan,” kata Dr. Pep Bardouille, Direktur Bridgetown Initiative. 

Sementara Ban Ki-moon, mantan Sekretaris Jenderal PBB, menegaskan bahwa investasi dalam adaptasi “Bukan hanya untuk melindungi nyawa, tetapi juga langkah ekonomi penting untuk memastikan pertumbuhan dan pembangunan tidak hilang akibat bencana.”

Presidensi Brasil untuk COP30 disebut akan menjadikan isu adaptasi dan ketahanan sebagai salah satu fokus utama perundingan. 

“Dengan presidensi Brasil menempatkan isu adaptasi dan ketahanan sebagai fokus utama, KTT ini diharapkan menjadi titik balik dari reaksi terhadap bencana menuju pembangunan ketahanan jangka panjang,” tutup laporan tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...