Teken Perjanjian dengan Pemerintah Jerman, CIFOR Buka Sekretariat Eropa di Bonn
Organisasi internasional di bidang penelitian kehutanan dan pertanian The Center for International Forestry Research (CIFOR) dan Pemerintah Jerman menandatangani "Perjanjian Negara Tuan Rumah" di Jakarta pada Senin (21/4). Perjanjian tersebut membuka jalan bagi pendirian sekretariat CIFOR Eropa di Bonn, Jerman.
Menteri Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan mengatakan bahwa dukungan Jerman untuk pendirian sekretariat CIFOR di Bonn mencerminkan komitmen negara tersebut dalam memajukan pembangunan berkelanjutan serta menjaga ketahanan pangan dan iklim.
“Sekretariat CIFOR juga akan semakin memperkuat posisi Bonn sebagai pusat utama bagi organisasi-organisasi internasional yang bergerak di bidang iklim, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan,” kata dia, seperti dikutip dari keterangan resmi CIFOR, Selasa (22/4). Sebagai informasi, CIFOR telah beroperasi di lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia.
Direktur Jenderal CIFOR Robert Nasi mengatakan kemitraan bisa terjalin karena pemerintah Jerman dan CIFOR sama-sama punya kesadaran tentang kontinum hutan-pertanian: keterkaitan erat antara hutan, lahan pertanian, dan pangan. Pohon-pohon di lahan pertanian meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Sedangkan ekosistem hutan menopang siklus air, polinasi, dan iklim.
“Memperkuat kesinambungan ini sangat penting untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan mampu bertahan dari guncangan iklim, sekaligus mendukung petani kecil dan masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Kepala Eksekutif CIFOR Éliane Ubalijoro mengatakan bahwa perjanjian ini mencerminkan komitmen bersama terhadap solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam menangani beberapa tantangan paling mendesak di dunia, yaitu perubahan iklim, kerawanan pangan, dan degradasi hutan.
“Dengan memperkuat kemitraan kami dengan Jerman, kami berada dalam posisi yang lebih baik untuk menghubungkan penelitian global dengan tindakan lokal, mendukung sistem pangan yang tangguh, memulihkan lingkungan, dan meningkatkan mata pencaharian di tempat-tempat yang paling membutuhkan,” kata Eliane yang juga menjabat Kepala Eksekutif ICRAF.
The International Center for Research on Agroforestry atau ICRAF adalah pusat penelitian pertanian di bidang agroforestri. Agroforestri adalah sistem pengelolaan lahan yang mengintegrasikan pohon dengan tanaman pertanian dan/atau ternak untuk mencapai manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.
