Kemenhut Gunakan Drone Thermal, Regenerasi Gajah Sumatra Terekam di Bengkulu
Kementerian Kehutanan kini menggunakan drone thermal untuk memantau populasi gajah sumatra di Bentang Alam Seblat, Bengkulu. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Agung Nugroho menjelaskan, penggunaan drone thermal merupakan terobosan baru dalam upaya pemantauan.
“Dari hasil pemantauan, kami dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa mengganggu satwa secara signifikan,” kata Agung seperti dikutip dari siaran pers, Senin (11/5).
Dalam pemantauan terbaru, terekam aktivitas kawanan gajah yang terdiri dari 13 gajah remaja hingga dewasa dan empat anakan. Kawanan ini baru satu dari beberapa kelompok gajah liar di area tersebut. Ini menunjukkan reproduksi atau regenerasi gajah sumatra masih berlangsung di habitat asli.
Agung menjelaskan, upaya pengawasan dan perlindungan satwa terancam punah ini semakin mendesak seiring rentetan kasus kematian gajah. Sebagai informasi, Bentang Alam Seblat merupakan salah satu habitat krusial bagi gajah sumatra. Namun, kasus kematian tidak wajar berulang kali ditemukan di wilayah ini.
“Kegiatan monitoring ini menjadi sangat penting, terutama setelah adanya kejadian kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan upaya perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran. “Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatra dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatra adalah bagian penting eksosistem hutan yang harus dijaga bersama,” ucapnya.
