Dorong Pembangunan Berkelanjutan, IKA Unpad Inisiasi Forum Ekonomi Hijau

Hari Widowati
2 Juni 2026, 12:15
IKA Unpad, ekonomi hijau, Forum Ekonomi Hijau
Dok. IKA Unpad/Unsplash
Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menginisiasi lahirnya Forum Ekonomi Hijau (FEH) sebagai forum kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat dialog, gagasan, dan sinergi menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menginisiasi lahirnya Forum Ekonomi Hijau (FEH) sebagai forum kolaboratif lintas sector untuk memperkuat dialog, gagasan, dan sinergi menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Gagasan ini muncul di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, kerusakan lingkungan dan ketidakpastian ekonomi global.

IKA Unpad menilai Indonesia saat ini berada di titik penting untuk menentukan arah pembangunan masa depan. Ada dua pilihan yang bisa diambil: tetap bertumpu pada pola ekonomi lama yang eksploitatif atau mulai bertransisi menuju model pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Secara global, konsep ekonomi hijau telah menjadi perhatian utama banyak negara. United Nations Environment Programme (UNEP) mendefinisikan ekonomi hijau sebagai ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan social. Ekonomi hijau juga secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologis.

Bank Dunia juga memperkenalkan pendekatan ekonomi yang dikenal dengan inclusive green growth, yakni ekonomi yang efisien dalam penggunaan sumber daya alam, minim polusi, dan Tangguh menghadapi perubahan lingkungan dan risiko bencana. Dalam konteks Indonesia, urgensi ekonomi hijau menjadi semakin nyata.

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, hutan tropis, potensi energi baru terbarukan, serta bonus demografi yang dapat menjadi modal besar menuju ekonomi masa depan. Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi ancaman serius berupa banjir, krisis air, polusi Udara, kerusakan hutan, cuaca ekstrem, hingga ketergantungan ekonomi pada eksploitasi sumber daya alam mentah.

Burhanuddin Abdullah
Burhanuddin Abdullah (Dok. IKA Unpad)

Transformasi Menuju Ekonomi Berkelanjutan Tak Bisa Ditunda

Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, menilai Indonesia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menunda transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.

"Biaya mempertahankan model pembangunan lama hari ini sebenarnya sudah jauh lebih mahal dibandingkan biaya untuk bertransisi menuju ekonomi hijau. Kita harus melihat ekonomi hijau bukan sebagai beban, tetapi sebagai peluang besar menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, sekaligus menjaga keberlanjutan bangsa," ujar Burhanuddin, dalam siaran pers, Selasa (2/6).

Gagasan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya Forum Ekonomi Hijau. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, mengatakan forum ini diinisiasi sebagai ruang strategis untuk
mempertemukan berbagai perspektif dalam merumuskan masa depan pembangunan Indonesia.

“Forum Ekonomi Hijau diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka dan produktif antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda. Tantangan keberlanjutan tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja,” kata Yhodhisman.

Forum Ekonomi Hijau Diharapkan Jadi Platform Independen

Pada tahap awal, Forum Ekonomi Hijau akan diluncurkan sebagai bagian dari ekosistem IKA Unpad. Namun dalam jangka panjang, forum ini diharapkan dapat berkembang menjadi platform independen yang membuka ruang diskusi publik lebih luas mengenai kebijakan
hijau, inovasi berkelanjutan, serta transformasi ekonomi Indonesia.

“IKA Unpad ingin mengambil peran strategis sebagai katalisator kolaborasi. Kampus memiliki kekuatan pengetahuan, alumni
memiliki jejaring lintas sektor, dan masyarakat membutuhkan ruang diskusi yang sehat mengenai masa depan pembangunan kita,” ujarnya.

Peluncuran Forum Ekonomi Hijau pada 17 Juni 2026 di Jakarta akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar untuk berdiskusi mengenai formula terbaik penerapan ekonomi hijau di Indonesia. Di antaranya, Menteri Koperasi sekaligus Ketua IKA Unpad Ferry Juliantono, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Selain itu, Dewan Pakar Bidang Lingkungan Hidup IKA Unpad Tasdiyanto Rohadi, Alumni MIPA Unpad dan Mantan Rektor UICI Laode Masihu Kamaluddin, serta Head of Economics, Portfolio Alignment & Sustainability, Danantara Indonesia, Masyita Crystalin.

Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau sekaligus Corporate Transformation Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Ferdian Agustiana, menilai pembicaraan mengenai ekonomi hijau harus mulai diterjemahkan menjadi langkah nyata dan terukur.

“Selama ini kita sering berbicara tentang keberlanjutan dalam level konsep. Padahal, tantangan yang kita hadapi sudah sangat konkret. Karena itu, Forum Ekonomi Hijau ingin mendorong lahirnya diskusi yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan menghasilkan rekomendasi nyata,” ujarnya.

Melalui Forum Ekonomi Hijau, IKA Unpad berharap lahir lebih banyak diskusi, kolaborasi, dan gerakan bersama untuk mendorong pembangunan Indonesia yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk keberlanjutan jangka panjang.

“Peluncuran forum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari angka pertumbuhan ekonomi semata. Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian global, keberhasilan sebuah bangsa juga ditentukan oleh kemampuan menjaga Bumi tetap layak dihuni bagi generasi mendatang,” kata Yhodisman.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...