100x100 Galang US$100 Juta untuk 50 Startup Hijau di Asia Tenggara dan India

Martha Ruth Thertina
18 Juni 2026, 18:49
Perusahaan venture builder dan investasi iklim asal Singapura, 100×100, tengah menggalang dana US$100 juta untuk mendanai startup sektor energi hingga rantai pasok di Asia Tenggara dan India.
Vecteezy.com/Harinchai Phalavasu
Perusahaan venture builder dan investasi iklim asal Singapura, 100×100, tengah menggalang dana US$100 juta untuk mendanai startup sektor energi hingga rantai pasok di Asia Tenggara dan India.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan venture builder dan investasi iklim asal Singapura, 100×100, meluncurkan dana investasi keduanya (Fund II) untuk menggalang dana US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun dan mengembangkan 50 perusahaan berbasis teknologi rendah emisi di Asia Tenggara dan India.

Investasi akan difokuskan pada sektor energi, pangan, material, dan rantai pasok yang dinilai tengah mengalami transformasi akibat meningkatnya permintaan, fragmentasi geopolitik, keterbatasan sumber daya, serta dorongan menuju kemandirian ekonomi dan energi.

Pendiri sekaligus Mitra 100×100, Marie Cheong, mengatakan upaya menekan emisi karbon tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang bisnis yang besar. "Kami percaya bahwa menyelesaikan tantangan emisi terbesar di dunia juga merupakan peluang ekonomi yang signifikan," kata Cheong dikutip dari Ecobiz Asia, Kamis (17/6).

Menurut dia, nama 100×100 mencerminkan keyakinan perusahaan bahwa keuntungan bisnis dan pengurangan emisi karbon dapat berjalan beriringan. "Dengan Fund II, kami menggandakan strategi yang telah terbukti berhasil dan siap memperluas dampaknya," ujarnya.

Berbeda dengan perusahaan modal ventura yang umumnya berinvestasi pada startup yang sudah berdiri, 100×100 membangun perusahaan sejak tahap awal bersama para pendiri startup. Setiap perusahaan ditargetkan mampu mengurangi emisi hingga 100 juta ton setara karbon dioksida sekaligus menghasilkan pendapatan tahunan minimal US$100 juta.

Peluncuran Fund II dilakukan setelah dana investasi pertama perusahaan mencapai batas maksimal US$60 juta pada 2023. Pendanaan tersebut didukung berbagai investor institusi, mitra strategis, dan family office, termasuk U.S. International Development Finance Corporation (DFC), Singapore Economic Development Board (EDB), British International Investment (BII), Triple Jump, Qarlbo Energy, JG Digital Equity Ventures, Kajima Corporation, dan Beacon Ventures.

Sejak saat itu, 100×100 telah ikut mendirikan 27 perusahaan di delapan negara. Perusahaan mengklaim tingkat keberlangsungan portofolionya hampir dua kali lebih tinggi dibanding rata-rata industri modal ventura berkat model venture building yang memberikan pendampingan operasional secara intensif serta kepemilikan saham yang lebih besar.

100×100 memandang Asia Tenggara dan India sebagai pasar strategis bagi inovasi iklim. Kawasan ini dinilai akan menjadi pusat pertumbuhan permintaan energi, ekspansi industri, sekaligus menghadapi tekanan besar untuk menurunkan emisi dari sektor-sektor ekonomi utama.

Pendiri dan Mitra 100×100 Quentin Vaquette mengatakan Asia Tenggara dan Asia Selatan kini menjadi kawasan penting dalam agenda dekarbonisasi global, sekaligus berkembang sebagai pusat manufaktur, infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan transformasi sistem pangan.

"Dengan membangun perusahaan-perusahaan baru di kawasan ini, kami menargetkan pengurangan emisi global hingga 10 persen secara kolektif, sekaligus menciptakan peluang investasi paling menarik dalam dekade ini," kata Vaquette.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...