Epistem Ajak Berbagi Data Peta untuk Dukung Restorasi dan Cegah Deforestasi

Image title
Oleh Katadata Green
22 Oktober 2026, 14:47
Foto udara sejumlah kendaraan melaju perlahan saat melintasi ruas Tol SemarangÐBatang KM 377A yang terdampak asap kebakaran lahan di sekitar KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).
ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom.
Foto udara sejumlah kendaraan melaju perlahan saat melintasi ruas Tol SemarangÐBatang KM 377A yang terdampak asap kebakaran lahan di sekitar KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Epistem mendorong kolaborasi pemerintah, peneliti, praktisi, dan komunitas lokal untuk menyusun data referensi penggunaan dan tutupan lahan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan bersama. Data ini dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan bentang lahan berkelanjutan, restorasi hutan, dan pencegahan deforestasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui lokakarya perdana bertajuk Rembuk Peta: Gotong Royong Mewujudkan Pemetaan Penggunaan dan Tutupan Lahan di Jakarta pada 20-21 Oktober 2026.

Ketersediaan data peta yang berkualitas dan dapat diakses berbagai pihak menjadi salah satu tantangan dalam pemetaan penggunaan dan tutupan lahan. Padahal, data tersebut dibutuhkan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas, memahami kondisi bentang lahan, serta menentukan pilihan pengelolaan dan restorasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Kepala Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Asep Hidayat mengatakan, pemetaan penggunaan dan tutupan lahan membutuhkan akses terhadap data berkualitas serta kolaborasi berbagai pihak. Namun, proses tersebut tetap harus mengikuti standar ilmiah agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya.

“Gotong royong harus berjalan beriringan dengan standar ilmiah agar data yang dihasilkan akurat, dapat dipercaya, dan bermanfaat untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis sains,” kata Asep dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (22/10).

Epistem merupakan inisiatif kolaborasi International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), BRIN, Landscape Alliance, dan World Resources Institute (WRI) Indonesia. Inisiatif ini mengembangkan ekosistem pemetaan yang mencakup Luma, perangkat pemetaan partisipatif daring; Rembuk Peta atau mapathon untuk analisis penggunaan dan tutupan lahan; serta pustaka metodologi dan data referensi pemetaan terbuka.

Ketiga komponen tersebut dikembangkan untuk memperluas akses terhadap teknologi dan pengetahuan pemetaan, sekaligus meningkatkan ketersediaan data referensi yang dapat digunakan bersama.

Peneliti Senior IIASA Ping Yowargana mengatakan, lokakarya Rembuk Peta merupakan tindak lanjut peluncuran Luma pada Mei 2026. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap pematangan konsep, metode, dan rencana pelaksanaan Rembuk Peta.

Dalam lokakarya tersebut, peserta mengikuti diskusi dan pengenalan teknis mengenai pendekatan pemetaan adaptif, data referensi modular terbuka, serta mekanisme kolaborasi dalam pemetaan penggunaan dan tutupan lahan. Peserta juga berlatih menginterpretasikan data bersama untuk membangun koleksi awal pustaka data referensi modular.

Lokakarya ini turut membahas peta jalan pelaksanaan Rembuk Peta nasional selama dua tahun ke depan. Pembahasan mencakup mekanisme kegiatan, tata kelola penyelenggaraan, serta kepemilikan bersama atas data referensi modular yang dihasilkan.

Direktur Program Indonesia ICRAF-Landscape Alliance Andree Ekadinata mengatakan, kegiatan ini diharapkan membentuk jejaring kolaboratif yang dapat memperkuat sinergi antarpelaku pemetaan.

Epistem juga mendapat dukungan dari BRIN dan sejumlah mitra di Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, serta Nusa Tenggara Timur. Inisiatif ini diharapkan memperkuat ketersediaan informasi untuk mendukung pelestarian bentang lahan, solusi iklim berbasis alam, dan peningkatan penghidupan masyarakat di sekitarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...