PLTS Pulau Sembur menjadi proyek percontohan program 100 GWp yang dirancang untuk menyediakan listrik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan.
PT Geo Dipa Energi menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 1 GW dalam satu dekade dengan kebutuhan investasi mencapai US$5,75 miliar.
Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang dipimpin Bahlil menuai kritik dari Greenpeace yang menilai koordinasi antarkementerian teknis seharusnya sudah cukup.