Di Sumatra, akan dibangun dua unit PLTU hibrida yang masing-masing berkapasitas 600 megawatt (MW). Pembangkit tersebut dijadwalkan commercial operation date pada 2032 dan 2033.
Semula, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GW. Namun terkini, pemerintah membidik 13 GW dulu di wilayah yang sudah memiliki infrastruktur distribusi listrik.
Percepatan transisi energi juga semakin relevan seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang berpotensi memicu volatilitas harga bahan bakar fosil global.