Vaksin Virus Corona Dorong Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi 4 Bulan

Image title
22 Juli 2020, 08:31
harga minyak, vaksin virus corona
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, pekerja migas. Harga minyak naik ditopang penemuan vaksin virus corona dan keputusan stimulus ekonomi Uni Eropa.

Harga minyak bergerak naik pada perdagangan Rabu (22/7) waktu Indonesia, hingga mencapai level tertinggi dalam dalam empat bulan terakhir. Kenaikkan itu didukung uji coba vaksin virus corona.

Mengutip Bloomberg pada hari ini pukul 07.06 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman September 2020 naik 2,4 persen menjadi US$ 44,32 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2020 naik 2,82 persen menjadi US$ 41,96 per barel.

Kenaikkan harga minyak dipicu rilis data uji coba vaksin virus corona yang menunjukkan hasil positif . Meskipun begitu, vaksin paling cepat dirilis beberapa bulan lagi. Di sisi lain, beberapa perusahaan sedang menguji obat baru untuk Covid-19.

Selain itu, kenaikkan harga minyak didukung oleh kesepakatan di antara para pemimpin Uni Eropa terkait dana 750 miliar euro atau sekitar US$ 859 miliar. Stimulus itu untuk menopang ekonomi Benua Biru yang terimbas virus corona.

Kesepakatan itu juga memungkinkan Komisi Eropa untuk meningkatkan miliaran euro di pasar modal atas nama 27 negara. Hal tersebut belum pernah terjadi dalam tujuh dekade terakhir. 

Di sisi lain, harga minyak juga mendapat sentimen positif dari rencana stimulus baru di Amerika Serikat (AS). Anggota parlemen AS segera menyetujui paket stimulus baru berupa perpanjangan bantuan bagi  jutaan pengangguran di negara tersebut. Stimulus tersebut seharusnya berakhir pada bulan ini.

"Kemajuan nyata pada kesepakatan stimulus AS, perjanjian pemulihan ekonomi Uni Eropa, dan kemajuan vaksin yang sukses, meningkatkan permintaan bagi aset berisiko," kata Jim Ritterbusch, analis Ritterbusch and Associates seperti dilansir dari Reuters pada Rabu (22/7).

Padahal, kasus virus corona di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan India terus meningkat. Selain itu, Spanyol dan Australia sedang berjuang melawan gelombang kedua pandemi corona. Peningkatan kasus Covid-19 biasanya menekan harga minyak.

Penulis/Reporter : Verda Nano Setiawan

Reporter: Verda Nano Setiawan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...