SKK Migas Gaet Perusahaan Kelas Dunia Demi Dapat Cadangan Migas Jumbo

SKK Migas mengklaim perusahaan kelas dunia memiliki teknologi mumpuni sehingga mampu meghasilkan data-data migas yang banyak.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
12 Agustus 2020, 12:44
skk migas, cadangan migas
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi, logo SKK MIgas. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menggandeng perusahaan seismik kelas dunia untuk mencari cadangan migas jumbo.

Pemerintah berupaya menemukan cadangan migas dalam jumlah besar atau giant discovery. Salah satu caranya dengan menggandeng perusahaan seismik kelas dunia.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas bakal mencari perusahaan kelas dunia yang memiliki teknologi yang mumpuni. Sehingga survei seismik yang dilaksanakan bisa menghasilkan data migas yang cukup banyak. 

"Pak Menteri ingin sekali datanya besar. Selain gunakan teknologi di Indonesia, juga menggunakan (teknologi) kelas dunia sesuai tingkat kesulitannya," ujar  Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin dalam acara Circle of Data yang diadakan IYKRA, Rabu (12/8).

Lebih lanjut, Jaffe menyebut beberapa perusahaan kelas dunia telah menyatakan minat untuk mengolah data migas Indonesia. Mereka menawarkan survei seismik dengan luas cakupan paling tidak 100 ribu meter persegi.

"Tanpa bermaksud bilang Indonesia belum mampu, tapi dari sisi seismik memang tidak mudah," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM telah menyatakan akan menggandeng lemabaga geosains dunia untuk menggenjot kegiatan eksplorasi di Indoensia. Dengan upaya itu, pemerintah berharap dapat menemukan cadangan migas jumbo.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial menjelaskan beberapa negara telah menerapkan kerja sama bersama geosains kelas dunia. Misalnya, Mesir yang pada awalnya hanya memiliki cadangan sedikit, bisa menemukan cadangan yang cukup besar dengan aktivitas eksplorasi yang baik.

"Norwegia juga, Meksiko juga. Caranya, mereka kerja sama pengelolaan data dengan lembaga geosains dunia. Ini yang sedang kami lakukan," ujar Ego.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait