Kementerian ESDM melaporkan bahwa masih ada 68 cekungan migas yang belum terjamah di Indonesia dengan potensi cadangan minyak 2,41 miliar barel dan 35,5 TCF gas.
PT Pertamina (Persero) menemukan tujuh cadangan minyak dan gas besar dari hasil studi seismik yang telah dilakukan. Mayoritas cadangan itu berada di Indonesia Timur. Bagaimana potensinya?
Pertamina masih melaksanakan eksplorasi masif alah satunya akuisisi seismik di Area Buton, Sulawesi Tenggara, terkait potensi minyak 5 miliar barel di lapangan tersebut.
Venezuela adalah negara kaya minyak dengan cadangan terbukti mencapai 303 miliar barel. Meski begitu produksi harian negara ini hanya sekitar 700 ribu barel per hari (bph).
Cadangan migas Indonesia bertambah 599 juta barel setara minyak yang berasal dari persetujuan 33 rencana pengembangan atau plan of development (POD) lapangan migas.
Turunnya produksi minyak Indonesia sejalan dengan menipisnya cadangan minyak yang diperkirakan hanya akan bertahan selama 9 hingga 10 tahun ke depan tanpa adanya temuan baru.
Negara minyak Arab Saudi ternyata bukan negara penguasa cadangan minyak dan produsen minyak terbesar di dunia. Cadangan minyak terbesar dikuasai Venezuela, dan produsen minyak terbesar adalah AS.
Pertamina berhasil menemukan cadangan minyak baru dari empat sumur eksisting di Blok Rokan, dari lapisan-lapisan yang belum teridentifikasi sebelumnya.
Indonesia Energy Corporation berencana mengebor 18 sumur minyak baru, empat di antaranya telah selesai. Setiap sumur diharapkan menghasilkan pendapatan bersih US$ 2,1 juta selama 12 bulan pertama.