Medco Kucurkan Rp 1,18 T untuk Kembangkan Lapangan Paus Biru di Jatim

SKK Migas menargetkan Lapangan Paus Biru di Blok Sampang yang dikelola Medco bisa menghasilkan gas hingga 31 MMSCFD.
Image title
24 Agustus 2020, 10:11
Medco, blok migas, skk migas
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, logo Medco Energi. SKK Migas telah menyetujui rencana pengembangan Lapangan Paus Biru Blok Sampang yang dikelola oleh Medco Energi.

Medco Energy Sampang Pty Ltd bakal mengucurkan investasi hingga US$ 80 juta atau sekitar Rp 1,18 triliun untuk pengembangan Lapangan Paus Biru, Blok Sampang, Jawa Timur. Hal itu menyusul keputusan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas yang menyetujui rencana pengembangan lapangan migas tersebut.

Medco rencananya menggunakan investasi itu untuk kegiatan pengeboran satu sumur pengembangan, pembangunan wellhead platform (WHP), subsea pipeline, dan memodifikasi fasilitas eksisting WHP Oyong dan offshore production facilities (OPF) Grati.

Pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut diperlukan karena fluida dari sumur WHP Lapangan Paus Biru akan dialirkan ke WHP eksisting di Lapangan Oyong melalui pipa bawah laut. Selanjutnya, fluida dialirkan melalui pipa bawah laut eksisting menuju ke OPF Grati untuk dipisahkan antara fasa cair dan gas.

"Air yang ikut terpoduksi akan diolah sesuai baku mutu sebelum dialirkan ke laut. Sedangkan gas yang telah sesuai spesifikasi akan dijual ke para pembeli," ujar Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih berdasarkan keterangan tertulis, Senin (22/8).

Dari kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan Lapangan Paus Biru dapat memulai kegiatan produksi pada 2022. SKK Migas menargetkan volume produksi gas lapangan tersebut mencapai 31 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

Berdasarkan analisa keteknikan, produksi tersebut dapat dipertahankan hingga batas akhir kontrak kerja sama pada 2027.  Adapun, gas yang diproduksikan akan digunakan untuk sumber energi pembangkit Grati.

Sebagaimana diketahui, Blok Sampang yang terletak di Selat Madura, Jawa Timur, telah beberapa kali berganti operator. Awalnya, blok tersebut dioperatori oleh Santos. Kemudian berpindah ke Ophir pada 2018, dan dilanjutkan pengelolaannya oleh Medco sejak tahun lalu.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait