Tiongkok Bakal Biayai Vaksin Covid-19 untuk Negara Berkembang

Tiongkok menjanjikan dana US$ 2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun dalam dua tahun untuk menangani Covid-19.
Image title
9 Oktober 2020, 12:19
Tiongkok, covid-19, virus corona, vaksin virus corona, pandemi corona, pandemi, who, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Kyodo via REUTERS
Presiden China Xi Jinping di Izumisano, prefektur Osaka, Jepang, Kamis (27/6/2019). Tiongkok berencana membantu negara dengan pendapatan menengah ke bawah mendapatkan vaksin virus corona.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan pada Jumat (9/10) bahwa negara tersebut secara resmi bergabung dengan COVAX. COVAX merupakan inisiatif pengadaan vaksin virus corona yang digagas oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Tiongkok rencananya membantu membiayai vaksin Covid-19 untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun, Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak menjelaskan secara rinci nominal yang akan diberikan untuk pengadaan vaksin tersebut. 

Presiden Xi Jinping pada Mei 2020 sempat menjanjikan memberikan dana US$ 2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun selama dua tahun ke depan untuk membantu menangani pandemi corona. Hingga saat ini, pandemi tersebut telah merenggut lebih dari 1 juta nyawa.

"Kami mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi vaksin yang adil, terutama ke negara berkembang, dan berharap negara yang lebih mampu akan bergabung dan mendukung COVAX," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying seperti dilansir dari Reuters pada Jumat (9/10).

Advertisement

Hua juga mengatakan Tiongkok memiliki kemampuan produksi vaksin Covid-19 yang cukup. Negara tersebut pun bakal memprioritaskan penyediaan vaksin untuk negara-negara berkembang.

Adapun fasilitas COVAX yang dipimpin oleh WHO bertujuan untuk memberikan setidaknya 2 miliar dosis vaksin pada akhir 2021. WHO menyatakan telah meminta Tiongkok untuk ikut dalam inisiatif tersebut.

WHO juga mengundang Rusia dan Amerika Serikat. Namun kedua negara tersebut menolak untuk bergabung dalam COVAX. 

 

Indonesia pun tengah menanti keberhasilan uji klinik fase ketiga vaksin Covid-19. Jika hasil uji tersebut berhasil, pemerintah berencana mendistribusikan vaksin kepada masyarakat mulai tahun depan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan dan pelaksanaan vaksin virus corona. Meski begitu, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monarno mengatakan selama vaksin dan obat virus corona belum ditemukan, maka vaksin terbaik saat ini yakni patuh terhadap protokol kesehatan.

Protokol kesehatan dengan #Gerakan3M mampu mengurangi risiko penularan virus corona. Adapun #Gerakan3M terdiri dari gunakan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

"Protokol kesehatan itu tidak sebanding dengan upaya dokter dan tenaga medis yang setiap hari menangani pasien yang terpapar Covid-19," kata Doni dilansir dari Antara pada Rabu (7/10).

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait