Dokter Umum Paling Banyak Meninggal Akibat Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan tenaga kesehatan yang rentan tertular virus corona.
Image title
12 Oktober 2020, 16:46
satgas covid-19, virus corona, covid-19, pandemi corona, tenaga kesehatan, gerakan 3M, jakarta
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Seorang dokter yang mengenakan alat pelindung diri (APD) di Rumah Vaksin Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6/2020). Satgas Covid-19 menyebut 60% dokter meninggal akibat Covid-19 tak secara langsung merawat pasien positif virus corona.

Satgas Penanganan Covid-19 terus mendorong masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya, penularan virus corona tidak hanya akan berisiko bagi diri sendiri, tetapi keluarga dan tenaga kesehatan. 

Ketua Satgas Covid-19, Letjen Doni Monardo, mengatakan 60 persen dokter yang meninggal akibat Covid-19 merupakan dokter umum. "Mereka tidak langsung merawat pasien Covid-19, tapi bisa berdampak fatal (bagi mereka)," ujar Doni dalam siaran "Update Komite KPCPEN) yang disiarkan di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Senin (12/10).

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Hal itu dia nilai lebih mudah dilaksanakan dibandingkan dengan pengorbanan dan perjuangan tenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di rumah sakit. 

Dia pun menyoroti aksi demonstrasi masyarakan terhadap UU Cipta Kerja yang berisiko menularkan virus corona. Pasalnya, tidak ada yang bisa memastikan seluruh peserta aksi aman dari Covid-19. 

Advertisement

Peserta aksi pun dapat saling menularkan virus corona hingga keluarga di rumah. Hal itu bakal berdampak fatal jika peserta aksi memiliki keluarga dengan risiko tinggi, seperti lansia di atas 60 tahun dan anggota keluarga yang memiliki penyakit peserta (komorbid) seperti diabetes, jantung, ginjal, paru-paru, dan lainnya. 

"Ketika mereka terpapar Covid-19, risikonya tinggi. 80-85% kematian Covid-19 berasal dari kelompok rentan tersebut. Mari lindungi diri sendiri, orang-orang yang kita sayangi, termasuk menyelamatkan dan melindungi para dokter," kata dia.

Doni pun membagikan tips agar terhindar dari virus corona. Salah satunya yaitu meningkatkan kesadaran diri untuk patuh protokol kesehatan dengan mengunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan.

Selain itu, rajin beribadah sesuai agama masing-masing sehingga diberi perlindungan oleh Tuhan yang Maha Kuasa. " Tingkatkan juga imun dengan istirahat yang cukup, olahraga teratur, tidak boleh panik. hati harus gembira, makan makanan bergizi, dan minum vitamin," ujarnya.

 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait