Jokowi Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Pekan Depan

Jokowi akan menerima suntikan vaksin virus corona buatan perusahaan Tiongkok, Sinovac.
Image title
5 Januari 2021, 14:58
jokowi, vaksin virus corona, Covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M, sinovac
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/aww.
Presiden Joko Widodo mengenakan masker saat memimpin upacara pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Presiden secara resmi melantik Irjen Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pihak Istana menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi bakal menerima suntikan perdana vaksin virus corona pada Rabu, 13 Januari 202o. Jokowi akan disuntik bersama perwakilan masyarakat.

Menurut Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Jokowi akan menerima vaksin buatan perusahaan Tiongkok, Sinovac. Namun, Heru mengatakan bahwa pemerintah masih membahas tata cara vaksinasi tersebut.

"Iya (divaksin Rabu 13 Januari). Kami bahas (divaksin dengan) siapa saja dari perwakilan masyarakat, TNI, pada Jumat nanti," ujar Heru saat dihubungi wartawan, Selasa (5/1).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa acara vaksinasi tersebut bakal disiarkan secara langsung. Hal itu untuk memberikan motivasi agar masyarakat mau ikut serta dalam program vaksinasi Covid-19. 

Jokowi pun membenarkan bahwa program vaksinasi Covid-19 bakal dimulai pada pekan depan. Dia berharap vaksinasi tersebut dapat membantu mengendalikan pandemi di Tanah Air. 

Dia pun menargetkan vaksinasi Covid-19 bisa selesai kurang dari setahun. Meskipun Kementerian Kesehatan memperkirakan program tersebut bisa rampung dalam 15 bulan.

"Kita harus bekerja keras agar pandemi ini segera bisa kita atasi dan selesai, kita pulih, dan beraktivitas normal seperti biasanya. Saya kira itu harapan kita semua," ujar Jokowi dalam acara  Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Se-Indonesia di Istana Negara pada Selasa (5/1).

Lebih lanjut, dia berharap program vaksinasi diikuti kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari berkerumun. "Karena kuncinya ada di situ, sampai nanti vaksinasi ini selesai," ujar dia. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah membagi tahapan vaksinasi dalam dua periode. Periode pertama pada Januari-April 2021 diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan, 7,4 juta petugas publik, dan 21,5 juta orang lansia. 

Kemudian, periode kedua berlangsung pada April 2021-Maret 2022 untuk 63,9 juta masyarakat di daerah dengan tingkat penularan tinggi dan kelompok masyarakat lainnya sebanyak 77,4 juta. Namun, pelaksanaan vaksin tersebut harus menunggu izin penggunaan darurat atau (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Di sisi lain, PT Bio Farma telah mendistribusi vaksin virus corona ke 34 provinsi sejak Minggu (3/1). Perusahaan pelat merah itu juga telah menyiapkan fasilitas rantai dingin di seluruh puskesmas yang akan menerima vaksin Covid-19.

"Rantai dingin sudah siap, sehingga pendistribusian dari Bio Farma hingga puskesmas bisa berjalan dengan baik," ujar Juru Bicara Vaksin Covid-19 Bio Farma Bambang Herianto dalam konferensi pers virtual pada Minggu (3/12).

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait