Vaksin AstraZeneca Segera Tiba di RI, Bisa Disuntikkan ke Lansia

Vaksin virus corona buatan AstraZeneca akan tiba di Indonesia dalam dua kloter, yaitu tahap pertama sebanyak 25-35% dan tahap kedua 65-75%.
Image title
1 Februari 2021, 15:08
vaksin virus corona, astrazeneca, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M, kementerian kesehatan
AstraZeneca
Ilustrasi, vaksin AstraZeneca. Indonesia akan menerima hinga 23,1 juta vaksin virus corona dari AstraZeneca.

Indonesia akan mendapatkan tambahan pasokan vaksin virus corona AstraZeneca hingga 23,1 juta pada tahun ini. Vaksin tersebut bisa disuntikan pada penduduk berusia lanjut (lansia).

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan vaksin AstraZeneca akan melengkapi pasokan vaksin yang sudah ada. Terutama untuk kelompok usia di atas 60 tahun. 

"Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu vaksin yang dapat digunakan pada usia 60 tahun keatas yang kita ketahui di mana kelompok ini memiliki angka kematian tertinggi,” kata Nadia dalam siaran pers pada Senin (1/2).

Di sisi lain, Nadia menyebut, tambahan pasokan vaksin dari AstraZeneca merupakan keberhasilan diplomasi Indonesia. Melalui COVAX, Indonesia bisa mendapatkan akses vaksin gratis dan dalam waktu yang cepat.

Adapun COVAX merupakan skema kerjasama multilateral antara World Health Organization (WHO) dan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI). Sesuai dengan surat dari GAVI tertanggal 29 Januari 2021, Indonesia bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca sebanyak 13,7 juta hingga 23,1 juta dosis.

Vaksin tersebut bakal dikirimkan melalui dua tahap, yaitu sebanyak 25-35% dari alokasi tahap awal pada kuartal I 2021, dan 65-75% pada kuartal II tahun ini. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin guna menindaklanjuti persiapan pengiriman vaksin. 

Sedangkan untuk proses distribusi vaksin akan dilaksanakan setelah vaksin AstraZeneca mendapatkan WHO Emergency Use Listing (EUL) dan validasi dari kelompok Independent Allocation of Vaccines Task Force (AIVG) dan ketersediaan suplai dari manufaktur sesuai dengan perkiraan awal.

Kemudian, vaksin AstraZeneca harus melalui pemeriksaan dan analisa dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperoleh Emergency Use of Authorization (EUA). Izin tersebut diperlukan sebelum vaksin dapat didistribusikan dan digunakan di Indonesia. 

Di sisi lain, pemerintah menyebut vaksin dari COVAX akan banyak membantu kemampuan anggaran negara untuk bisa memenuhi kebutuhan program vaksinasi. Pasalnya, pengadaan vaksin melalui skema GAVI sifatnya gratis dalam rangka pemerataan akses negara miskin dan berkembang mendapatkan vaksin Covid-19.

Vaksin dari GAVI akan melengkapi kebutuhan program vaksinasi Covid-19 untuk 181 juta penduduk Indonesia yang dianggap memenuhi syarat mengikuti program ini. Sejauh ini, Indonesia telah mendapatkan komitmen dan opsi untuk mendatangkan sebesar 663 juta dosis vaksin dari AstraZeneca dari Inggris, Sinovac dari Tiongkok, Novavax dari Amerika dan Kanada, serta Pfizer dari Amerika.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait