Studi Oxford: Obat Asma Bisa Percepat Pemulihan Pasien Covid-19

Penelitian tersebut juga menunjukkan penggunaan obat hirup asma budesonide bisa mengurangi gejala pada pasien Covid-19.
Image title
11 Februari 2021, 15:13
obat virus corona, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, internasional, gerakan 3M
ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz.
Ilustrasi, perawat menangani pasien. Penelitian dari Universitas Oxford menunjukkan bahwa obat asma bisa membantu pemulihan pasien Covid-19.

Penelitian yang dilaksanakan oleh Universitas Oxford menemukan bahwa terapi obat asma dapat mengurangi waktu rawat inap serta pemulihan pasien Covid-19. Obat tersebut efektif diberikan dalam tujuh hari setelah gejala muncul.

Penemuan itu berdasarkan penelitian tahap pertengahan dari obat asma, steroid budesonide, yang dijual dengan merek Pulmicort oleh AstraZeneca Plc. Penelitian berlangsung selama 28 hari terhadap 146 pasien.

Hasilnya menunjukkan budesonide yang digunakan dengan cara dihirup mampu mengurangi risiko perawatan mendesak atau rawat inap hingga 90%, jika dibandingkan dengan perawatan biasa. Data awal dari penelitian itu juga menunjukkan pasien yang diobati dengan budesonide memiliki gejala demam yang lebih cepat dan gejala lain yang lebih sedikit.

Namun, hasil dari studi Universitas Oxford belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review. Meski begitu, ketua penelitian tersebut, Mona Bafadhel, mengatakan hasil studi itu bisa memberikan harapan pengurangan beban layanan kesehatan dalam masa pandemi.

“Obat yang relatif aman, tersedia secara luas, dan dipelajari dengan baik dapat berdampak pada tekanan (ke layanan kesehatan),” kata Bafadhel seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (9/2)

Adapun penelitian tersebut terinspirasi dari sedikitnya pasien Covid-19 dengan penyakit pernafasan kronis yang dirawat di rumah sakit pada awal pandemi. Para ilmuwan dari Oxford pun meneliti fakta tersebut dengan melakukan uji coba pada salah satu merek obat asma budesonide. 

Obat tersebut juga digunakan untuk merawat penyakit paru yang diidap oleh perokok. Dalam uji coba tersebut, peneliti memilih menggunakan budesonide merek Pulmicort. 

Pulmicort pernah menjadi obat yang paling laris dari perusahaan farmasi AstraZeneca. Meskipun [erusahaan itu saat ini menawarkan obat baru, Symbicort, sebagai pengobatan alternatif asma.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait