Lampaui Target BI, Volume Transaksi QRIS Warga RI Tembus 1,6 Miliar

Ferrika Lukmana Sari
11 Desember 2023, 04:40
QRIS
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.
Warga melakukan transaksi menggunakan QRIS di salah satu kedai kopi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (15/11/2023). Bank Indonesia (BI) mencatat nominal transaksi QRIS di DKI Jakarta tumbuh sebesar 89,64 persen (YoY) yaitu mencapai Rp18,33 triliun.

Volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) warga Indonesia telah melampaui target Bank Indonesia (BI) pada Oktober 2023. Hal ini seiring dengan peningkatan transaksi QRIS, terutama dari pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati menyebutkan, pada periode Januari-Oktober 2023, volume transaksi QRIS sudah tembus 1,6 miliar atau jauh di atas target BI yang sebesar 1 miliar transaksi di 2023.

“Volume transaksi QRIS Januari-Oktober 2023 sudah mencapai 1,6 miliar transaksi atau melampaui target 1 miliar transaksi pada 2023. Ini sudah tercapai lebih cepat dari perkiraan kita,” kata Fitria sebagaimana dikutip dalam Antara, Senin (11/12).

Fitria bilang, pencapaian transaksi QRIS tersebut sebagai salah satu kontribusi nyata BI terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. BI juga mencatat pengguna QRIS mencapai 43,44 juta atau 90% dari target sebesar 45 juta pengguna.

“Jadi tinggal sedikit lagi sampai nanti di akhir Desember insya Allah akan tercapai target QRIS yang 45 juta," kata Fitria menambahkan.

Ia juga menyebut, sebanyak 29,63 juta merchant yang menggunakan QRIS. Dari situ, 92% di antaranya merupakan pelaku UMKM.

“Jadi ekosistem QRIS terus meluas dan didukung semakin meningkatnya interkoneksi antar penyelenggara yang terdiri dari 110 Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) QRIS dan 4 Penyelenggara Infrastruktur Pembayaran (PIP),” kata Fitria.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Arya Rangga Yogasati menambahkan, bahwa QRIS turut meningkatkan inklusi keuangan karena sebanyak 55% dari pelaku UMKM yang menggunakan QRIS merupakan pelaku usaha mikro.

“Dengan karakteristik Indonesia yang memang mayoritas ekonomi kita dimotori UMKM, QRIS ini menjadi sangat penting,” kata Arya. 

Di sisi lain, merchant pengguna QRIS yang ingin menjadi agen QRIS Tuntas harus memenuhi persyaratan untuk menjaga keamanan masyarakat.

“Dari 29 juta lebih pengguna merchant QRIS payment tadi, kalau misalnya mereka ingin menjadi agen QRIS Tuntas, mereka harus memenuhi persyaratan tertentu. Bukan kami ingin persulit, tapi justru kami ingin pastikan keamanan masyarakat,” kata Arya.

Ia mengatakan, merchat yang ingin menjadi agen QRIS Tuntas paling tidak sudah memenuhi persyaratan menjadi agen Layanan Keuangan Digital (LKD) BI ataupun agen Laku Pandai Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Itu juga agen-agen yang menurut kami juga agen-agen kredibel tadi, tinggal kita match dengan agen QRIS yang sudah banyak. Jadi sebenarnya bukan registrasi ulang tapi mereka harus melalui tahapan lagi,” ujar Arya.

Penyedia Jasa Pembayaran juga diminta untuk turut memastikan agen QRIS Tuntas yang terkoneksi dengannya merupakan agen yang telah memenuhi persyaratan BI sehingga terbukti kredibel.

“Kita nggak ingin masyarakat di pelosok, menggunakan QRIS Tuntas yang kita ga ketahui keamanan, tidak tahu kinerja atau performance merchant tadi sehingga dana masyarakat disalahgunakan,” kata Arya menambahkan.

Adapun agen QRIS Tuntas dapat melayani kebutuhan tarik dan setor tunai masyarakat dengan sumber dan tujuan rekening yang tidak hanya rekening bank, tapi juga rekening digital.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...