Akan Dapat PMN, Saham Tiga BUMN Naik Signifikan

Image title
Oleh
8 Januari 2015, 11:54
Bursa Saham
Arief Kamaludin|Katadata
Analis memprediksi saham tiga emiten, yakni PT Adhi Karya Tbk., PT Waskita Karya Tbk., dan PT Aneka Tambang Tbk., akan naik signifikan.

KATADATA ? Investor pasar modal merespons positif rencana pemerintah memberikan penyertaan modal negara (PMN) bagi tiga emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Analis memprediksi saham tiga emiten, yakni PT Adhi Karya Tbk., PT Waskita Karya Tbk., dan PT Aneka Tambang Tbk., akan naik signifikan.

Harga saham Antam hari ini sudah menyentuh level tertinggi, sejak empat bulan terakhir. Pagi ini saham Antam mampu menembus level Rp 1.110 per saham, naik cukup tinggi sebesar 4,7 persen dibandingkan penutupan kemarin di level Rp 1.060.

Saham Adhi Karya, sudah naik ke level Rp 3.420 pada penutupan perdagangan 6 Januari 2015, dan naik lagi ke level Rp 3.575 pada penutupan kemarin. Pada perdagangan pagi ini, sahamnya kembali menguat 2,6 persen hingga menyentuh Rp 3.670 per saham.

Begitu pun dengan saham Waskita Karya mencapai Rp 1.450 pada penutupan perdagangan kemarin, naik 3,9 persen dari penutupan hari sebelumnya Rp 1.395. Pagi ini sahamnya sudah menyentuh Rp 1.490.

?Bagus, karena ada tambahan modal dari pemerintah. Perusahaan akan bisa tumbuh lebih banyak,? ujar Kepala Riset Bahana Securities Harry Su kepada Katadata, Kamis (8/1).

Seperti diketahui, pemerintah berencana memberikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 12 triliun kepada ketiga perusahaan ini. Waskita akan menerima Rp 3,5 triliun, Adhi mendapat Rp 1,4 triliun, dan Aneka Tambang Rp 7 triliun.

Dana tersebut, akan digunakan oleh masing-masing perusahaan untuk ekspansi bisnis. Adhi Karya akan membangun monorel, Waskita membangun jalan tol di Jawa dan transmisi listrik di Sumatera. Sementara Antam, akan menggunakan dana ini untuk membangun smelter, dan proyek lainnya.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, tambahan modal dari pemerintah akan berdampak baik bagi masing-masing perusahaan. Karena, saat suku bunga tinggi, beban yang ditanggung oleh perusahaan yang memiliki pinjaman bank cukup tinggi.

Menurut dia, selama ini Antam kesulitan mendapatkan dana untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). Akibat pembangunan pabrik yang belum jalan, perusahaan tambang ini terkena dampak larangan ekspor. Sementara, harga nikel sebagai produk yang dihasilkan Antam, cenderung menurun.

Begitu pula bagi kedua perusahaan konstruksi Adhi Karya dan Waskita Karya. Hans mengatakan tambahan modal ini akan menurunkan biaya bunga kedua perseroan, yang rata-rata memiliki utang bank ini. Selain itu, modal yang besar juga akna meningkatkan daya saing keduanya.

?Saham pasti akan meningkat, karena positif dampaknya. Tambahan modal akan membuat kinerja perusahaan membaik. Seperti, Antam untuk ekspansi bisnis,? ujar Hans kepada Katadata, Kamis (8/1).

Ia juga yakin, rencana penawaran umum terbatas saham (rights Issue) juga akan diserap baik oleh pasar, terutama untuk Waskita dan Adhi. Sebab, sektor konstruksi tengah digandrungi investor sebagai imbas dari program pemerintah untuk mendorong infrastruktur. Sektor ini lebih dulu mendapat keuntungan, ketika proyek pemerintah itu dijalankan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...