BRI Top! UMKM Pulih, Tancap Gas 3 Bulan Cetak Laba Rp12,22 Triliun

Padjar Iswara
Oleh Padjar Iswara - Tim Riset dan Publikasi
25 April 2022, 16:15
direksi BRI
BRI
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, Sunaso (tengah).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI mampu membuka kuartal I-2022 dengan cemerlang.

Di tengah kondisi ekonomi yang terus bangkit dan beranjak pulih dari pandemi, dalam tiga bulan pertama 2022, BRI berhasil mencatatkan laba Rp12,22 triliun atau tumbuh 78,13 persen secara year on year (yoy).

Sementara aset BRI Group, pada akhir Maret 2022 tercatat tumbuh sebesar 8,99 persen yoy menjadi Rp1.650,28 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pencapaian laba BRI tak lepas dari pulihnya perekonomian nasional serta menggeliatnya aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan core business BRI.

Mulai pulihnya kondisi UMKM saat ini mendorong penyaluran kredit BRI bertumbuh 7,43 persen yoy menjadi sebesar Rp1.075,93 triliun.

“Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional di kuartal I- 2022 sebesar 6,65 persen,” katanya.

Secara umum, portofolio kredit UMKM BRI tercatat tumbuh sebesar 9,24 persen yoy dari Rp826,85 triliun pada akhir Maret 2021 menjadi Rp903,29 triliun pada akhir Maret 2022.

Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus merangkak naik, menjadi sebesar 83,95 persen.

Apabila dirinci, penyaluran kredit kepada seluruh segmen UMKM tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama segmen mikro tumbuh 13,55 persen, segmen konsumer bertumbuh 4,56 persen dan segmen kecil dan menengah bertumbuh 3,96 persen.

Sunarso menambahkan, keberhasilan BRI dalam menyalurkan kredit di atas rata rata industri perbankan nasional diiringi dengan manajemen risiko yang baik.

Hal tersebut tercermin dari rasio NPL BRI secara konsolidasian yang tercatat sebesar 3,09 persen pada akhir Maret 2022. Angka ini tercatat menurun apabila dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu sebesar 3,30 persen.

Membaiknya kualitas kredit tersebut juga disebabkan oleh restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 yang saat ini terus menurun secara gradual.

Hingga akhir kuartal I-2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 sebesar Rp144,27 triliun, atau telah turun sebesar Rp103,75 triliun apabila dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp248,02 triliun.

BRI juga menyediakan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi risiko ke depan dengan NPL Coverage sebesar 276,0 persen. Angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage pada akhir Maret 2021 sebesar 231,17 persen.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...