IHSG Hari Ini Diprediksi Tertekan, Cek Saham Rekomendasi Analis

Patricia Yashinta Desy Abigail
26 Oktober 2022, 06:26
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). IHSG ditutup melemah pada level 7.086,24 dimana nilai tersebut turun 16,64 poin atau 0,23 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya, yakn
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). IHSG ditutup melemah pada level 7.086,24 dimana nilai tersebut turun 16,64 poin atau 0,23 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya, yakni 7.102,88 poin.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan tertekan pada perdagangan hari ini, Rabu (26/10). Analis memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang 6.921 hingga 7.075.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, mengatakan pergerakan IHSG hari ini masih terlihat kembali pada rentang konsolidasi pasca mengalami kenaikan jangka pendek beberapa waktu sebelumnya. Minimnya sentimen pendorong IHSG hingga akhir 2022 menjadi tantangan bagi emiten yang berada dalam pasar modal.

Di sisi lain, capital inflow secara year to date masih menunjukkan minat investasi yang cukup tinggi ke dalam pasar modal Indonesia.

"Momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (26/10).

William merekomendasikan saham perbankan yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk,  dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Dia juga merekomendasikan saham kontsruksi dan properti yaitu PT Wijaya Karya Tbk dan PT Bumi Serpong Damai Tbk.

Selain itu, William merekomendasikan saham PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Astra International Tbk dan PT Kalbe Farma Tbk.

 Sementara itu, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi level support IHSG akan berada di 6.993, 6.921 dan 6.870. Sedangkan level resistance berada di 7.100, 7.137 dan 7.200.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan accumulative buy pada saham PT Adaro Energy Tbk dengan rentang harga 3.800-3.830.  Lalu hold atau speculative buy pada saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk dengan rentang harga 2.300-2.370. Selanjutnya hold atau trading buy pada saham PT Timah Tbk dengan rentang harga 1.300-1.330.

Dia juga merekomendasikan untuk hold atau trading buy pada saham PT United Tractors Tbk dengan rentang harga 31.200-31.500. Rekomendasi terakhir yaitu untuk hold atau accumulative buy pada saham PT Unilever Indonesia Tbk dengan rentanng harga 5.100-5.200. 

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan penurunan 0,07% ke level Rp 7.048 pada perdagangan Selasa (25/10). Sebanyak 283 saham turun, 245 saham menguat dan 173 saham tak bergerak

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham kemarin tercatat mencapai Rp 13,75 triliun dengan volume 24,28 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1.272.675 juta kali. Sedangkan nilai kapitalisasi pasar IHSG menjadi Rp 9.391 triliun.

Pada penutupan kemarin pun, mayoritas bursa Asia berada di zona merah. Hang Seng turun 0,10% dan Shanghai Composite turun 0,04%. Sedangkan Nikkei 225 naik 1,02% dan Strait Times naik 0,33%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...