OJK Jatuhkan Sanksi Kepada 24 Pihak Terkait Kasus di Pasar Modal

Patricia Yashinta Desy Abigail
4 Juli 2023, 16:44
OJK Jatuhkan Sanksi Kepada 24 Pihak Terkait Kasus di Pasar Modal
Agung Samosir | Katadata
OJK menjatuhkan sanksi kepada 24 pihak terkait kasus di pasar modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada 24 pihak yang terseret kasus di sektor pasar modal. Hal ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan penegakan hukum di bidang pasar modal. 

Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, sanksi administratif yang dijatuhkan kepada 24 pihak tersebut yaitu denda Rp 11,03 miliar. Tak hanya itu, OJK juga menjatuhkan sanksi berupa tiga belas peringatan tertulis, 4 perintah tertulis hingga pencabutan izin usaha. 

"Ada satu pencabutan izin," katanya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner RDK OJK, Selasa (4/7). Inarno juga mengatakan, OJK mengenakan sanksi administratif berupa denda atas keterlambatan dengan nilai sebesar Rp 10,82 miliar kepada 122 pelaku jasa keuangan di pasar modal.

Rinciannya, OJK mengenakan sanksi administratif terhadap kasus PT Kresna Asset Management (PT KAM). PT KAM diberi sanksi administratif berupa denda Rp 1,8 miliar. Selain itu, OJK telah menyampaikan perintah tertulis untuk melakukan pengakhiran produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) PT KAM yang dikelola karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dalam jangka waktu 3 bulan sejak perintah pertulis ditetapkan. 

"Sanksi ini dikenakan karena PT KAM tidak mengungkapkan secara tertulis kepada nasabah terkait adanya benturan kepentingan perusahaan," katanya. Seperti penempatan portofolio KPD kepada saham PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) sebelum transaksi saham tersebut dilakukan.

PT KAM memasarkan atau pun menjual KPD melalui marketing lepas PT Kresna Sekuritas dengan memberikan janji imbal hasil pasti kepada nasabah. 

Halaman:
Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...