Debut Perdana di Bursa, Saham Satu Visi Putra Melesat 15%
PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/2). Perusahaan menjadi emiten ke-19 di bursa pada tahun ini dan menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek perseroan.
Pada debut perdananya, saham VISI dibuka di level Rp 125 per lembar atau menguat 4,17%. Kemudian, pada pukul 09.05 WIB sahamnya melesat 15% ke level Rp 138 per lembar saham.
Volume saham yang diperdagangkan tercatat 151,43 juta dengan nilai transaksinya Rp 20,53 miliar. Sementara frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 14.038 kali. Adapun kapitalisasi pasar Satu Visi Putra pagi ini senilai Rp 424,35 miliar.
Direktur Utama Satu Visi Putra, David Dwiputra mengatakan IPO ini akan memperkuat perusahaan dan memperluas jangkauan pasar yang belum digapai. Ia menyebut perusahaan kini memiliki 11 gudang yang tersebar di Jakarta, Semarang, dan Surabaya dengan kapasitas total 10.000 meter persegi.
Selain itu, langkah mencatatkan sahamnya di BEI merupakan keputusan penting bagi perusahaan demi terus bertumbuh secara berkelanjutan. Ia juga berharap dapat membesarkan bisnis VISI di industri penyedia bahan advertising dan printing.
“Tentunya dengan permintaan stabil, kontribusi pendapatan yang signifikan dan didukung oleh potensi di bidang advertising dan printing, prospek usaha kami akan cerah ke depannya,” kata David, di Gedung BEI, Jakarta pada Selasa (27/2).
Selain itu, David juga menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10-15% dari total pendapatan 2023. Kemudian untuk laba, VISI juga membidik kenaikan sebesar 5% dari total pendapatan tahun buku 2023. Sedangkan untuk anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan menggelontorkan 97% atau sebesar Rp 70 miliar dari dana yang didapatkan dari IPO.
Sebelumnya, perusahaan yang berasal dari sektor industri itu mematok harga penawaran umum perdana saham Rp 120 per lembar. Harga ini merupakan batas atas dari harga penawaran awal alias bookbuilding di rentang Rp 110-120 per lembar.
Dari IPO tersebut, perseroan berpotensi meraup dana segar Rp 73,80 miliar. Selain itu, perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar 1% saham atau sebanyak 6,15 juta saham.
VISI berencana menggunakan dana hasil IPO sebesar 34,9% untuk membeli armada pengangkutan berupa satu unit mobil HINO/RANGER FL 280 JW EURO 4 dan tiga unit mobil HINO/DUTRO 136 HDX 6.8 EURO 4 yang akan dilakukan dengan pihak ketiga. Pembelian armada ini akan dilakukan pada kuartal dua tahun 2024.
Perusahaan akan menggunakan sisa dana IPO untuk modal kerja untuk pembelian barang dagang berupa banner. Hal itu mengingat kebutuhan banner yang meningkat dan merupakan kontribusi terbesar dari penjualan perseroan. Adapun rencana investasi perseroan di masa yang akan datang akan memperhatikan pembatasan peraturan dan kewajiban lainnya.
Jika menilik laporan keuangan perusahaan per 31 Desember 2022, perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp 20.41 miliar, meningkat 233,47% secara tahunan. Sementara laba bersih sebesar Rp 6,12 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya laba sebelum pajak karena kenaikan kuantitas penjualan dan rata-rata harga jual, serta penurunan beban pendanaan.
