Saham Xolare RCR Energy Melesat 31% pada Debut IPO
PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/6). Perusahaan menjadi emiten ke-24 yang melantai di bursa tahun ini
Pada debut perdananya, SOLA melesat 31,82% ke level Rp 145 per saham. Kemudian pada pukul 09.10 WIB, sahamnya fluktuatif ke level Rp 122 atau tumbuh 10,91%.
PT UOB Kay Hian Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek perseroan. Adapun volume saham yang diperdagangkan tercatat 269,46 juta dengan nilai transaksinya Rp 33,85 miliar.
Sementara frekuensi perdagangan SOLA tercatat sebanyak 18.819 kali. Adapun kapitalisasi pasar Xolare RCR Energy pagi ini senilai Rp 400,31 miliar.
Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perusahaan mematok harga Rp 110 per saham. Nilai ini merupakan batas bawah dari harga penawaran awal di rentang Rp 100–110 per saham.
Pada aksi korporasi ini, SOLA melepas sebanyak 656,25 juta saham atau setara 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Alhasil perseroan mengincar dana segar hingga Rp 72,18 miliar.
Direktur Utama Xolare RCR Energy, Mochamad Bhadaiwi, mengatakan pencatatan saham SOLA hari ini menjadi tonggak penting bagi perseroan untuk mengungguli kompetisi di bisnis perdagangan aspal dan jasa konstruksi. Tak hanya itu, SOLA telah menyiapkan entitas anak usaha untuk berbisnis di bidang konstruksi panel surya.
Dia mengatakan, anak usaha akan fokus membidik pasar on-grid di perumahan dan industri, serta off-grid di wilayah yang jauh dari akses PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Perseroan juga sedang mencermati pengembangan bio bitumen yang merupakan aspal dari produk sampingan pengolahan minyak nabati.
"Perusahaan mengutamakan pertumbuhan usaha yang berkesinambungan, berkualitas, dan ramah lingkungan," kata Bhadaiwi dalam seremoni pencatatan perdana saham SOLA di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (8/5).
Salah satu rencana perusahaan pasca-IPO adalah ekspansi ke bisnis panel surya. Berikut rincian rencana penggunaan dana IPO Xolare:
1. Dana IPO sebesar Rp 48,27 miliar akan digunakan untuk peningkatan modal di entitas anak usaha
Secara rinci dana tersebut akan diberikan sebanyak Rp 9 miliar PT Aspal Polimer Emulsindo (APE), Rp 9 miliar untuk PT Modifikasi Bitumen Sumatera (MBS) dan Rp 9 miliar untuk peningkatan modal di entitas anak PT Aplikasi Bitumen Indonesia (ABI).
Perusahaan juga akan menyuntik modal anak usahanya, PT Bumiraya Energi Hijau (BEH), senilai Rp 5 miliar. Seluruh dana tersebut akan digunakan untuk pembelian panel surya dan material pendukungnya, yaitu inverter, baterai, control box, dan ground mounting screw pile.
2. Sisa dana IPO
Sementara sisa dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja perseroan, yaitu untuk pembelian persedian aspal, biaya operasional kantor, biaya marketing, biaya leasing kendaraan operasional dan gaji karyawan.
Jika menilik laporan keuangannya, laba komprehensif neto tahun berjalan perseroan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp 24,45 juta. Laba komprehensif tersebut meningkat 54% jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 15,87 juta. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya penjualan aspal dan proyek di Sumatera Selatan.
