Jantra Grupo Indonesia Bakal IPO, Bidik Dana Segar Rp 54 Miliar

Ringkasan
- Presiden Jokowi menyetujui usulan agar Perum Bulog menyuntikkan dana ke produsen beras di Kamboja untuk memastikan keamanan stok cadangan beras nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor beras dalam negeri secara bertahap.
- Menteri Luhut Binsar Pandjaitan diberi instruksi oleh Jokowi untuk menjalankan proses akuisisi perusahaan beras di Kamboja, sebagai upaya Bulog dalam menjamin ketahanan pangan dan mengantisipasi efek perubahan iklim, peningkatan demografi, dan kondisi geopolitik global.
- Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Jokowi membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama ketahanan pangan, dan rencana impor 250.000 ton beras dari Kamboja, yang merupakan bagian dari usaha meningkatkan kapasitas manajemen pertanian dan investasi di bidang pengolahan serta penyimpanan beras.

PT Jantra Grupo Indonesia Tbk berencana melaksanakan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO). Perusahaan yang akan memakai kode ticker KAKI ini membidik dana segar Rp 54 miliar dari penawaran saham perdananya.
Melansir prospektur yang diterbitkan perusahaan, Jantra Grupo Indonesia menawarkan 450 juta saham biasa atas nama atau sebanyak-banyaknya 21,68% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum. Nilai nominal sebesar Rp 25 setiap saham.
Jantra Grupo Indonesia menawarkan harga penawaran sebesar Rp 100 sampai dengan Rp 120 setiap saham yang ditetapkan berlaku untuk saham baru. Adapun kegiatan utama Jantra Grupo Indonesia bergerak dalam bidang usaha perawatan, perbaikan, dan perdagangan suku cadang dan aksesori kaki-kaki kendaraan.
Dari dana segar yang diperoleh, sekitar 76.56% akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure. Secara rinci sekitar 44,91% atau sekitar Rp 20 miliar digunakan untuk pembelian lahan seluas 1.940 meter persegi di Bona Indah, Jakarta Selatan dengan tujuan pembangunan begkel baru.
Lalu sekitar 31,65% dalam rangka pembukaan 5 (lima) cabang bengkel baru yang terletak di Kota Bandung, Bekasi, Surabaya, dan Semarang, serta bengkel yang akan didirikan di lahan Bona Indah. Kemudian sekitar 7,01% akan digunakan oleh Perseroan untuk kegiatan operasional, seperti pembelian persediaan suku cadang, sewa kendaraan operasional, dan pengembangan aplikasi.
Sisanya akan digunakan untuk keperluan pemberian pinjaman kepada perusahaan anak. Secara rinci, sebesar 7,55% untuk belanja modal atau capital expenditure, serta 5,51% digunakan anak perusahaannya yakni PT Jantra Wil Indonesia atau JWI untuk pembelian aset bengkel pihak ketiga yang terletak di Yogyakarta.
Sekitar 2,04% akan digunakan PT Jantra Traspatih Indonesia atau JTras untuk pendirian bangunan bengkel dan pengadaan perlengkapan operasional dalam rangka relokasi. Selanjutnya perusahaan akan menggunakan 8,88% untuk kegiatan operasional atau operational expenditure.
Jadwal sementara IPO Jantra Grupo Indonesia:
Masa Penawaran Awal : 24-28 Februari 2025
Perkiraan Tanggal Efektif : 28 Februari 2025
Perkiraan Masa Penawaran Umum : 4 – 6 Maret 2025
Perkiraan Tanggal Penjatahan : 6 Maret 2025
Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 7 Maret 2025
Tanggal Pencatatan Saham pada Bursa Efek Indonesia : 10 Maret 20251