Wall Street Menguat di Tengah Harapan Trump Tunda Kebijakan Tarif

Ringkasan
- Bursa Wall Street AS menguat didorong optimisme penundaan kebijakan tarif oleh Presiden Trump, yang diharapkan dapat mencegah perlambatan ekonomi.
- Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite kompak mengalami kenaikan signifikan, diikuti penguatan saham Tesla, Meta, dan Nvidia.
- Kekhawatiran investor akan inflasi dan resesi mereda setelah muncul laporan bahwa cakupan tarif kemungkinan dipersempit, meskipun pungutan pada beberapa sektor masih akan diterapkan.

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) naik pada perdagangan Senin (24/3) seiring meningkatnya optimisme bahwa Presiden AS Donald Trump akan menunda sejumlah kebijakan tarif. Investor berharap keputusan ini dapat membantu mencegah perlambatan ekonomi yang akan terjadi jika perang dagang terus berlanjut.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 597,97 poin atau 1,42% ke 42.583,32. S&P 500 naik 1,76% ke 5.767,57, dan Nasdaq Composite menguat 2,27% dan ditutup di 18.188,59.
Saham Tesla, yang sebelumnya merosot selama sembilan minggu berturut-turut, melonjak hampir 12% dan melanjutkan kenaikan pada Jumat. Saham Meta Platforms dan Nvidia juga menguat lebih dari 3%.
Meski investor masih khawatir terkait potensi kenaikan inflasi dan resesi menjelang penerapan tarif timbal balik Trump pada 2 April, sentimen pasar terlihat membaik. Laporan dari Bloomberg News dan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa cakupan tarif kemungkinan akan dipersempit dan beberapa bea masuk sektoral bisa ditunda.
Pada Senin sore, Trump menyatakan akan memberikan kelonggaran tarif timbal balik kepada banyak negara. Namun, setelah rapat kabinet, ia menegaskan bahwa pungutan pada sektor farmasi dan otomotif masih akan diterapkan dalam waktu dekat. Langkah ini mengindikasikan bahwa kebijakan Trump tidak akan diluncurkan pada awal April.
"Kondisi pasar membaik secara signifikan karena kekhawatiran terhadap tarif timbal balik mulai mereda. Dari sisi risiko, eskalasi atau pembalasan tetap menjadi perhatian, tetapi jika pemerintah mengambil langkah yang lebih terarah dan bijaksana, dampaknya bisa lebih positif," ujar seorang analis, dikutip CNBC pada Selasa (25/3).
Pada Jumat (21/3) sebelumnya, Trump sempat mengatakan kepada wartawan bahwa rencana tarif timbal baliknya memiliki potensi untuk "fleksibilitas." Pernyataan ini membantu mendorong indeks saham utama ke zona hijau dan membuat S&P 500 terhindar dari kerugian untuk lima sesi berturut-turut.