IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham ADRO hingga SIDO
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan menguat pada perdagangan saham Rabu (21/5). Sebelumnya IHSG ditutup melemah 0,65% atau 49,49 poin ke level 7.094 pada perdagangan Selasa (20/5).
Analis merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) hingga PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
Analis BinaArtha Ivan Rosanova memprediksi IHSG berpeluang naik menuju level 7261. Meski begitu, ia tetap mewaspadai dimulainya potensi fase koreksi jika IHSG turun di bawah 7055.
Ivan meramal level support IHSG berada di 7.055, 6.929 dan 6.811, sementara level resistance berada di 7.261, 7.345 dan 7.444. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata Ivan dalam risetnya dikutip Rabu (21/5).
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik dan momentum beli tetap kuat.
Adapun Ivan memberikan rekomendasi saham-saham yang patut dicermati hari ini, di antaranya:
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Di lain sisi, CGS International Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi saham-saham yang dapat dipantau, yakni:
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam risetnya memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 7.050-7.180. Dalam perkiraannya, level resistance berada di 7.180, level pivot di 7.100 serta level support di 7.050.
Pelaku pasar menanti pemungutan suara Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengenai Rancangan Undang-undang pajak yang ini akan disetujui Donald Trump.
Selain itu para investor juga sedang mencermati perkembangan lebih lanjut mengenai negosiasi perdagangan AS. Dari Eropa, pasar menantikan data inflasi Inggris bulan April 2025 yang diperkirakan naik ke 3.3% year on year dari 2.6% yoy di Maret 2025.
Sementara dari Indonesia, pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini. Menurut konsensus, BI akan menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5.5% di Mei 2025 dari 5.75% di April 2025.
Penurunan BI rate ini diprediksi sejalan dengan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah penguatan nilai tukar rupiah dan laju inflasi yang terkendali.
Seiring dengan prediksi Ratna terhadap kenaikan IHSG, ia memberikan rekomendasi saham yang dapat dilirik, yaitu:
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
- PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
- PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Kemarin, IHSG ditutup melemah di level 7094 setelah sebelumnya sempat menguat hingga di atas level 7.200. Ratna mengatakan penguatan IHSG kemarin dipicu oleh berita surplus APBN per April 2025 sebesar Rp 4,3 triliun dari defisit Rp 104,2 triliun di tiga bulan pertama 2025.
Selain itu, penguatan rupiah dan ekspektasi penurunan BI Rate juga menjadi faktor positif. Apalagi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Cina dan Australia juga sesuai dengan ekspektasi dan mendorong penguatan indeks bursa Asia.
