IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Jagokan Saham BBNI hingga GOTO
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini. IHSG sebelumnya ditutup menguat 0,67% atau 47.85 poin ke level 7.142 pada perdagangan, Rabu (21/5) kemarin.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai ruang penguatan IHSG mulai terbatas dan berpotensi mengalami koreksi. Saat ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan menguji area resistance di kisaran 7.218–7.227 sebelum ada kemungkinan balik arah ke zona merah.
“Waspadai adanya koreksi ke rentang area 6.713-7.031,” kata Herditya dalam risetnya, Kamis (22/5).
MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
Di sisi lain, Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai IHSG berpeluang untuk melanjutkan tren naik, terutama jika indeks mampu menembus resistance minor di level 7.187.
Apabila tembus, IHSG berpotensi menguji resistance berikutnya di 7.261. Namun, apabila gagal melewati 7.187, koreksi diperkirakan akan berlanjut dengan target support di 7.055. Adapun target support IHSG di 7.055, 6.929, dan 6.811, serta resistance di 7.187, 7.261, 7.345, dan 7.444.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata Ivan. MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham.
BinaArtha Sekuritas merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
