Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Nantikan Pengumuman Baru Tarif Trump
Indeks saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Jumat (11/7) waktu setempat. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif impor sebesar 35% terhadap Kanada dan mengancam tarif yang lebih tinggi secara menyeluruh.
Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 279,13 poin atau 0,63% ke level 44.371,51. S&P 500 turun tipis 0,33% ke level 6.259,75 serta Nasdaq Composite ditutup melemah 0,22% ke level 20.585,53.
Penurunan ini terjadi setelah ketiga indeks utama menguat pada hari Kamis (10/7). Saat itu, S&P 500 naik 0,3% dan mencetak rekor tertinggi, sementara Nasdaq naik 0,1% meskipun ada kekhawatiran atas pengenaan tarif baru, termasuk tarif 50% untuk impor tembaga dan barang dari Brasil.
Setelah penutupan pasar pada hari Kamis, Trump menyebut fentanil sebagai alasan utama menaikkan bea masuk untuk Kanada. “Jika Kanada bekerja sama dengan saya untuk menghentikan peredaran fentanil, kami mungkin akan mempertimbangkan penyesuaian terhadap surat ini,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social dikutip Senin (14/7).
Ia juga berencana akan menerapkan tarif menyeluruh antara 15% hingga 20% bagi negara-negara lain, lebih tinggi dari tarif 10% yang saat ini sudah diterapkan dan dianggap diterima baik oleh pasar.
“Saya pikir tarif tersebut diterima dengan sangat baik. Pasar saham mencapai titik tertinggi baru hari ini,” ujar Trump dikutip dari CNBC, Senin (14/7). .
Meski pasar sempat merespons positif, ketidakpastian muncul kembali pada Jumat. Para pelaku pasar menanti pernyataan lanjutan dari Trump terkait tarif terhadap Uni Eropa, namun tidak ada kabar resmi selama jam perdagangan.
Dalam periode perdagangan hari itu, pasar menanti apakah presiden akan mengirimkan surat berisi tarif baru seperti yang dilakukannya terhadap Kanada atau hanya memberikan kabar terbaru tentang kemajuan perundingan kesepakatan yang sedang berlangsung.
Akibatnya, ketiga indeks saham utama mengalami penurunan dalam sepekan terakhir, Dow Jones turun 1%, S&P 500 turun 0,3% dan Nasdaq turun 0,1%
Analis menyebut bahwa retorika perdagangan yang memanas pada minggu kemarin belum sepenuhnya berdampak pada pasar.
“Investor dapat mencermati hal itu sampai batas tertentu, tetapi situasi dengan salah satu mitra dagang terpenting kami yang baru saja terlantar semalam sungguh membuka mata,” kata kepala strategi pasar di B. Riley Wealth Management Art Hogan.
Minggu ini, investor perlu menavigasi dimulainya musim pelaporan pendapatan kuartal kedua, bersamaan dengan rilis beberapa data inflasi utama.
